Sebelum Kontrak Diperpanjang, Freeport Diminta Teruskan Investasi US$18 miliar

Sebelum Kontrak Diperpanjang, Freeport Diminta Teruskan Investasi US$18 miliar
Foto Istimewa

Jakarta – TAMBANG. PT Freeport Indonesia (FI) dipastikan akan melanjutkan operasional tambangnya di Papua Barat, Indonesia. Untuk itu, rencana investasi sebesar US$18 miliar pun diminta untuk segera dijalankan.

Namun demikian, Chairman FI Jim Moffett melalui pesan elektroniknya kepada pemerintah Indonesia menanyakan keseriusan perpanjangan kontraknya setelah habis masa kontraknya tahun 2021 tersebut. Moffett menginginkan perjanjian tertulis untuk mengikat janji pemerintah.

“Jim merespon, apakah bisa MoU (Memorandum of Understanding) tertulis,” ujar Menteri ESDM Sudirman Said di kantor Dirjen Ketenagalistrikan, Kamis (8/9).

Pemerintah pun menjelaskan bahwa pihaknya sedang membereskan revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 77 yang mengatur soal perpanjangan operasi produksi. Setelah aturan tersebut disahkan, barulah akan dibuat MoU dengan PT FI.

Dengan demikian, MoU tidak akan menunggu hingga 2019. Sudirman Said menjelaskan, bahwa sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo, pihaknya akan terus memelihara investasi, baik yang baru maupun yang lama.

Artikel Terkait

Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Kridatama (CK) menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan membagikan 200 paket sembako kepada masyarakat di Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini menyasar warga dari 17 desa, terutama kelompok lanjut usia dan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Kegiatan yang berlangsung di

By Rian Wahyuddin