Saham Syariah Pertambangan Paling Baik

Jakarta – TAMBANG. Saham syariah sektor pertambangan mempunyai kinerja paling bagus diantara saham syariah yang lainnya. Dikatakan Direktur Utama Henan Putih Rai sekuritas, Hendra Martono, harga batubara saat ini mengalami kenaikan, dari $40 per ton menjadi $84 per ton.   “Sektor paling bagus adalah pertambangan. Dari sekitar $40an sekarang sudah $84,” ujarnya di Bursa, kamis (10/11).   Dirinya juga mencontohkan harga nikel yang juga sudah mulai tumbuh. Harga saham PT ANTAM misalnya semula Rp400 menjadi Rp900. PT Bukit Asam dari Rp4000 jadi Rp11000.   Selain pertambangan, Hendra mengatakan saham syariah sektor property juga mengalami kenaikan. Namun ia menegaskan, yang paling signifikan memang sahan pertambangan.   “Sampai akhir tahun ini yang menjadi primadona masih dari pertambangan dan minyak,” tambah Hendra lagi.   Saat disinggung mengenai terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, Hendra optimis bahwa hal ini akan banyak menggiatkan industri. Artinya pertambangan akan terus naik, misalnya Nikel dan membuat industri lainakan membutuhkan batubara.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda