Realisasi Kuota Batu Bara DMO Tiga Tahun Terakhir Lampaui 25%

Realisasi DMO
Ilustrasi.

Jakarta, TAMBANG – Realisasi pemenuhan kewajiban domestic market obligation (DMO) batu bara tercatat konsisten berada di atas 25% dalam tiga tahun terakhir. Hal ini disampaikan Plt Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Gita Mahyarani.

“Kalau DMO itu kan kebutuhannya sesuai dengan peraturan adalah 25%, tapi 2 tahun terakhir bahkan 3 tahun terakhir ini DMO sendiri itu sebetulnya 27% untuk realisasinya,” ungkap Gita dalam Aspebindo Energy Executive Forum 2025 di Jakarta, dikutip Selasa (18/11).

Gita menjelaskan bahwa realisasi DMO batu bara di atas 25% tersebut berasal dari sejumlah perusahaan saja, terutama dari para produsen skala besar. Ia mendorong agar pemangku kepentingan bersikap lebih tegas dalam memastikan kewajiban tersebut dipenuhi secara menyeluruh.

“Jadi ini sudah berlaku, cuma 27% itu dari siapa aja sih, itu kan dari berbagai penambang, ada yang comply ada yang tidak, kenapa gak comply ini juga harus dipertanyakan lagi,” imbuh Gita.

Dia menambahkan bahwa tidak semua batu bara yang diproduksi perusahaan otomatis dapat dialokasikan untuk kebutuhan DMO. Menurutnya, spesifikasi batu bara yang dibutuhkan untuk pasar domestik terutama untuk PLTU, tidak selalu sesuai dengan kualitas yang dihasilkan setiap produsen.

“Apakah spesifikasi batu baranya cukup untuk DMO? belum tentu juga, ada yang bisa diterima ada yang tidak, walaupun tadi faktor harga tetap terjadi,” beber Gita.

Sebelumnya diberitakan, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ramson Siagian, mengungkapkan temuan bahwa realisasi DMO PT Bukit Asam Tbk (PTBA) telah melampaui batas minimum, bahkan mencapai sekitar 55%.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin