Raih Kontrak USD 21,6 Ribu, KONIGI Kerjakan Survey Seismik Refraksi Tambang Batu Bara di Kaltim

Raih Kontrak USD 21,6 Ribu, KONIGI Kerjakan Survey Seismik Refraksi Tambang Batu Bara di Kaltim
Ilustrasi tambang batu bara. Istimewa.

Jakarta, TAMBANG – Koperasi Alumni Geologi ITB (KONIGI) mendapat kontrak penyediaan jasa investigasi bawah permukaan dengan nilai kontrak sekitar USD 21,6 ribu atau Rp 375 juta (asumsi kurs Rp17.377 per USD).

Proyek ini hasil kerja sama antara KONIGI dengan PT Nusantara Drilling Services (Minevesting Group), dan PT Geoscan Eksplorasi Indonesia untuk pekerjaan di IUP PT Anugrah Rizkie Gunung seluas 11.250 Ha di Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim).

Ketua KONIGI, Idham Maulana menjelaskan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat menjadi percontohan penyediaan jasa dari KONIGI di sektor pertambangan, yang merupakan salah satu kompetensi dari alumni Teknik Geologi ITB.

“Kali ini KONIGI membuktikan eksistensinya melaksanakan pekerjaan yang sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan para anggotanya,” jelanya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (11/5).

Menurut dia, metode yang digunakan untuk penyelidikan tambang batu bara ini adalah survey seismik refraksi, salah satu metode geofisika yang digunakan untuk mengetahui informasi keadaan geologi bawah permukaan seperti sifat fisik formasi batuan, rippability batuan, batuan dasar, struktur, dan pelapukan.

Ia berharap ke depan KONIGI dapat secara signifikan meningkatkan pelayanan kepada para alumni Teknik Geologi ITB sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi langsung.

"Tentunya bukan hanya hadir sebagai platform, namun juga hadir sebagai instrumen untuk menstimulus alumni yang sudah atau akan memulai berwirausaha di industri tambang agar terus tumbuh," pungkasnya.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin