Puslitbang tekMIRA: FABA Dapat Dimanfaatkan Sebagai Pupuk

Puslitbang tekMIRA: FABA Dapat Dimanfaatkan Sebagai Pupuk

Jakarta,TAMBANG, Diskusi terkait abu batubara yang dikeluarkan dari kategori limbah B3 tetap menarik. Kali ini BLU Tekmira, Kementerian ESDM menyelenggarakan diskusi dengan tema webinar “Prespektif Pengelolaan FABA sebagai Limbah Non-B3.

Dalam diskusi ini terungkap bahwa abu batubara atau Fly Ash dan Buttom Ash (FABA) memiliki banyak manfaat. Ada beragam produk diversifikasi bahan baku konstruksi yang bisa dihasilkan. Bahkan hasil penelitian terakhir dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (tekMIRA) menyebutkan FABA efektif dimanfaatkan sebagai pembenah tanah atau pupuk.

Peneliti Puslitbang tekMIRA Wulandari Surono menyatakan keputusan pemanfaatan FABA sebagai pembenah tanah sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) No. 22 Tahun 2021 Pasal 463 (1f). Di sana disebutkan produk hasil pemanfaatannya wajib memenuhi persyaratan standar produk yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian.

“Bukan berarti kalau dikeluarkan dari limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) terus tidak diolah atau dibiarkan begitu saja, harus dikelola untuk dimanfaatkan,” ungkap Wulandari.

Menurut Wulandari karateristik FABA yang cocok untuk tanah dan tanaman secara umum harus memiliki partikel halus, Power of Hydrogen (pH) berkisar 4,5 – 12, kandungan SiO2, Al2O3, Fe2O3, K2O, Na2O, CaO,MgO, MnO dan usur lain seperti Fe, Mn, B, Mo, Cu, Zn, Cl, Co.

“Dari beberapa literatur abu batu bara itu tidak semua alkali, tapi ada juga yang asam tergantung dari kandungan sulfur di batu bara, pembakaran dan teknologi penghilangan. Intinya kandungan sulfur berbanding dengan kandungan kalsium,” terangnya.

Lebih lanjut disebutkan bahwa penerapan FABA lebih tepat dimanfaatkaan untuk lahan kering masam dan lahan gambut lantaran lahan tersebut memiliki komposisi yang buruk. “Tanah yang baik memiliki porsi fraksi yang berimbang sehingga tata udara, tata air dan porositasnya baik,” lanjut Wulandari.

Ia kemudian menjelaskan lebih lengkap lagi. Selain mampu memperbaiki pH (tingkat keasaman) tanah dan insektisida, FABA mampu memperbaiki tekstur tanah, aerasi, perkolasi dan kemampuan menahan air (WHC) di area kelola, menurunkan bulk density (kapadatan) tanah, dan konsumsi material amelioran tanah lainnya.

Kelebihan lainnya, FABA mengandung hampur semua unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman kecuali unsur C (karbon) dan N (nitrogen). Kemudian menurunkan mobilitas dan ketersediaan logam dalam tanah karena fly ash yang basa dan mengandung AI dan Fe sebagai sumber kation polivalen.

Sebagai informasi Pulitbang tekMIRA dan institusi lainnya telah melakukan beberapa uji coba dengan menggunakan fly ash PLTU di Kalimantan sejak tahun 2006 dan 2018. FABA ini diaplikasikan pada tanah tailing sisa pengelolaan tembaga dan tanah tambang di Sumatera (2010). Sementara untuk memanfaatkan hasil buttom ash PLTU Jawa diterapkan pada tanah perkebunan (2009 dan 2014), tanah terdegradasi (2017) dan tanah masam (2016).

“Sementara metode fly ash batubara, fly ash biomass dan campuran keduanya dilakukan oleh Subiksa pada tahun 2020 yang berhasil meningkatkan pH di tanah gambut,” terang Wulandari.

Wulandari menambahkan hasil penelitian menujukkan potensi FABA sebagai pembenah tanah merupakan salah satu bukti FABA layak dipandang sebagai sumber daya yang menyimpan potensi dalam memperbaiki lahan non produktif.

“Meski begitu harus ada penelitian yang lebih spesifik mengingat kualitasnya tidak sama sehingga butuh karakterisasi sendiri disesuaikan dengan kebutuhab lahan yang dikelola,” pungkasinya.

Sebagai informasi, webinar kali ini merupakan rangkaian kegiatan menuju penyelenggaraan International Seminar on Mineral Technology (ISMCT) tahun 2021 yang akan dilaksanakan oleh Puslitbang tekMIRA pada tanggal 23 – 24 juni nanti. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema Suistanable, Development on Mining, Processing, and Environment. 

Diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian acara International Seminar On Mineral and Coal Technology (ISMCT 2021) yang dilaksanakan oleh Puslitbang tekMinera. Majalah TAMBANG menjadi media Partnernya.

Artikel Terkait

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin
Patra Logistik Perluas Pengelolaan Layanan BBM, LPG, dan Aviasi di Jatimbalinus, Kalimantan, dan Sulawesi

Patra Logistik Perluas Pengelolaan Layanan BBM, LPG, dan Aviasi di Jatimbalinus, Kalimantan, dan Sulawesi

Jakarta, TAMBANG – PT Patra Logistik terus memperluas cakupan bisnis dan perannya dalam mendukung rantai pasok energi nasional. Kepercayaan PT Pertamina Patra Niaga diwujudkan melalui perluasan pengelolaan distribusi BBM dan LPG di Kalimantan serta pengelolaan distribusi Avtur di Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Pada layanan BBM, Patra Logistik yang sebelumnya

By Rian Wahyuddin