PTBA Targetkan Produksi Batu Bara 41,3 Juta Ton pada Tahun 2024

Produksi batu bara PTBA
Press Conference Kinerja PT Bukit Asam Tbk Tahun Buku 2023 di Jakarta, Jumat (8/3). Dok: Rian.

Jakarta, TAMBANG – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan produksi batu bara sebesar 41,3 juta ton pada tahun 2024. Sementara target penjualan mencapai 43,1 juta ton dan volume angkutan sebesar 33,7 ton.

“Jadi pada tahun 2024, PTBA menargetkan produksi batu bara sebesar 41,3 juta ton, sedangkan penjualan 43,1 juta ton dan angkutan 33,7 juta ton,” ujar Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail dalam Press Conference Kinerja PT Bukit Asam Tbk Tahun Buku 2023 di Jakarta, Jumat (8/3).

Arsal menjelaskan, peningkatan target tersebut sudah disesuaikan dengan antisipasi perusahaan terhadap faktor-faktor yang dinamis seperti koreksi harga dan fluktuasi pasar.

“Untuk tahun 2024 perseroan memiliki target melakukan perencanaan dengan mencermati perkembangan pasar terkini dan mengantisipasi berbagai faktor yang dinamis. Tantangan ke depan bagi Perseroan di antaranya adalah koreksi harga batu bara dan fluktuasi pasar,” beber dia.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2023, target produksi batu bara PTBA sebesar 41 juta ton dan mampu merealisasikannya sebesar 41,9 juta ton. Capaian tersebut naik 13 persen dibanding dengan realisasi produksi tahun 2022 yang sebesar 37,1 juta ton.

“Total produksi batu bara PTBA pada Januari-Desember 2023 atau selama tahun 2023 telah mencapai 41,9 juta ton, tumbuh 13 persen dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 37,1 juta ton. Capaian produksi ini berhasil melampaui target sebesar 41 juta ton yang ditetapkan pada awal tahun 2023,” beber Arsal.

Kenaikan produksi diikuti dengan peningkatan volume penjualan batu bara yang sebesar 37 juta ton, atau naik sebesar 17 persen dibandingkan dengan tahun 2022. Perseroan juga mencatat penjualan ekspor sebesar 15,6 juta ton atau naik 25 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara penjualan domestik tercatat 21,4 juta ton atau tumbuh 12 persen secara tahunan.

“Kenaikan produksi ini diikuti dengan peningkatan volume penjualan batu bara menjadi 37 juta ton, atau naik sebesar 17 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perseroan mencatat penjualan ekspor sebesar 15,6 juta ton atau naik 25 persen dibandingkan dengan tahun 2022. Sementara penjualan domestik tercatat 21,4 juta ton atau tumbuh 12 persen secara tahunan Yoy,” beber dia.

Penjualan domestik yang sebesar 58 persen didominasi untuk memenuhi kebutuhan pembangkit PLN, industri semen dan pupuk. Sebesar 42 persen, batu bara PTBA diekspor ke sejumlah negara seperti India, Jepang, Korea Selatan, Cina bahkan ke Vietnam dan Thailand.

“Dari 37 juta ton in 58 persennya untuk domestik, 42 persen untuk ekspor. Dari 58 persen yang domestik ini mayoritas kepada PLN, di samping itu juga untuk semen dan pupuk. Jadi sampai dengan sekarang, kami mempunyai pasar itu ada India, Cina, Jepang, Korea Selatan, paling tinggi ekspornya itu di India, Korea Selatan dan Cina. Ada juga beberapa masuk ke Thailand dan Vietnam” bebernya. 

Artikel Terkait

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Jakarta,TAMBANG,- Sektor pertambangan Indonesia diperkirakan masih akan mengalami dinamika. Secara keseluruhan tahun 2026 sektor ini akan mengalami tekanan baik dari internal yakni dalam negeri maupun situasi gobal. Tenaga Ahli Profesional Kekayaan Alam, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) menjelaskan sektor tambang akan mengalami koreksi di paruh pertama tahun ini. Kemudian

By Egenius Soda
Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan, energi, konstruksi, hingga migas sedang menghadapi sejumlah tantangan operasional. Di tengah kebutuhan produksi yang tinggi, perusahaan juga dituntut untuk menjaga efisiensi, mengurangi downtime, dan memastikan alat berat tetap bekerja secara optimal. Salah satu faktor yang sering luput diperhatikan adalah kualitas bahan bakar. Dalam penggunaan mesin

By Egenius Soda