PTBA Rombak Dua Direksi

PTBA Rombak Dua Direksi
Jakarta-TAMBANG. Perusahaan tambang batu bara milik negara, PT Bukit Asam,Tbk (PTBA) merombak dua direksi. Dua direksi baru yang diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ini adalah Direktur Keuangan yang sebelumnya dijabat Anung Dri Prasetyo kini dijabat Orias Petrus Moedak. Satu lagi Direktur Pengembangan Usaha yang sebelumnya dijabat Achmad Sudarto kini diduduki Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin. Tidak hanya itu, dalam rapat ini diputuskan pergeseran jabatan direktur dimana Joko Pramono yang sebelumnya sebagai Direktur Operasi kini menjabat Direktur SDM dan Umum. Posisi Direktur Operasi ditempati oleh Suryo Eko Hadianto. Suryo Eko Utomo sebelumnya sebagai Direktur Pengembangan Usaha. Orias Petrus Moedak sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Pelabuhan Indonesia III Persero. Dan sebelum menjadi orang pertama di PT Pelindo III, pria kelahiran Kupang,NTT ini menduduki jabatan Direktur Keuangan PT Pelindo II. Sedangkan Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin pernah menduduki jabatan sebagai Komisaris di anak Perusahaan Indosat . Di jajaran Komisaris juga terjadi perubahan dimana Johan O Silalahi diangkat menjadi Komisaris Independen menggantikan S. Koesnaryo. Kemudian Heru Setyobudi Suprayogo ditunjuk sebagai Komisaris menggantikan Leonard. Berikut susunan direksi dan komisaris yang baru: Direksi : Direktur Utama: Arviyan Arifin Direktur Keuangan: Orias Petrus Moedak Direktur Operasi: Suryo Eko Hadianto Direktur Niaga: Arie Prabowo Ariotedjo Direktur SDM dan Umum: Joko Pramono Direktur Pengembangan Usaha: Fuad Iskandar Zulkarnain Fachroeddin Komisaris : Komisaris Utama: Agus Suhartono Komisaris Independen: Johan O Silalahi Komisaris: Muhammad Said Didu, Purnomo Sinar Hadi, Robert Heri, Heru Setyobudi Suprayogo

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda