PTBA Garap Ombilin dengan Metode Tambang Terbuka dan Underground

Tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat, yang akan digarap kembali oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA), memiliki cadangan 102 juta ton. Direktur Utama Arsal Ismail menyebut penambangan akan dilakukan melalui metode open pit dan Underground Mining.

PTBA Garap Ombilin dengan Metode Tambang Terbuka dan Underground
Ilustrasi: salah satu lokasi tambang batu bara milik PT Bukit Asam Tbk di Sumatera Selatan (Sumsel). Dokumentasi: Tim Komunikasi dan Publikasi PTBA.

Jakarta, TAMBANG - Tambang batu bara Ombilin yang terletak di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar) yang bakal digarap kembali oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tercatat memiliki cadangan mencapai 102 juta ton.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arsal Ismail, menyampaikan bahwa perseroan akan menerapkan dua metode penambangan, yakni tambang terbuka (Surface Mining/open pit) serta tambang bawah tanah (Underground Mining).

“Kami harapkan karena cadangannya di sana masih ada 102 juta ton,” jelas Arsal dalam Press Conference Kinerja Keuangan dan Operasional Tahun Buku 2025 di Jakarta, dikutip Selasa (7/4).

PTBA menargetkan produksi batu bara sekitar 5,069 juta metrik ton melalui metode tambang terbuka (open pit). Sementara itu, produksi dengan metode tambang bawah tanah (underground mining) ditargetkan mencapai sekitar 96,501 juta ton.

Direktur Operasi dan Produksi PTBA, Ilham Yacob PTBA menjelaskan bahwa metode pembukaan tambang terbuka (open pit) dijadikan sebagai tahap awal operasional yang akan ditargetkan beroperasi akhir tahun 2026.

“Jadi kita harapkan 2026 akhir tahun ini, kita sudah mulai bisa menambang di open pit Ombilin,” ucap Ilham dalam kesempatan yang sama.

Sembari berproduksi dengan metode tambang terbuka, PTBA secara bertahap akan mengembangkan metode penambangan bawah tanah (Underground Mine).

“Kita harapkan open pit kita buka dan setelah itu, paralel next timenya kita akan lakukan Underground Mine,” jelasnya.

Perbedaan Surface Mining dan Underground Mining

Dalam buku Teori dan Praktik Pertambangan Indonesia karya Nandang Sudrajat, Surface Mining atau tambang terbuka didefinisikan sebagai sistem penambangan untuk material yang keterdapatannya relatif dekat dengan permukaan bumi.

Jenis penambangan yang termasuk dalam kategori ini antara lain open pit mining, yakni penambangan dengan bukaan berbentuk cekungan; quarry, yang digunakan untuk mengambil material permukaan terutama batuan non-logam seperti batu kapur, granit, andesit, pasir, atau marmer; strip mining, yaitu metode untuk bahan galian yang relatif mendatar dan berlapis; serta alluvial mining, yang digunakan untuk menambang endapan sekunder seperti emas placer atau timah placer.

Sementara itu, tambang bawah tanah (Underground Mining) digunakan untuk menjangkau cadangan batu bara yang berada jauh di dalam perut bumi.

Prosesnya dilakukan melalui pembangunan terowongan dengan sistem yang lebih kompleks, sehingga membutuhkan biaya lebih tinggi serta standar keselamatan yang ketat.

Perbedaan tambang batu bara Surface Mining dan Underground Mining terletak pada cara pengambilan serta kedalaman cadangan yang digarap. Pada metode tambang terbuka batu bara diambil dengan mengupas lapisan tanah penutup sehingga cocok untuk cadangan yang berada relatif dekat dengan permukaan.

Metode ini umumnya lebih efisien dari sisi biaya dan mampu menghasilkan produksi dalam jumlah besar dalam waktu lebih cepat, meski berdampak cukup besar terhadap perubahan bentang alam.

Meski produksi cenderung lebih terbatas, metode ini memungkinkan pemanfaatan cadangan yang tidak dapat dijangkau melalui tambang terbuka, dengan dampak permukaan yang relatif lebih kecil.

Karena karakteristiknya yang berbeda, kombinasi kedua metode ini kerap digunakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan cadangan batu bara, baik yang berada di lapisan dangkal maupun dalam.

Artikel Terkait

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Jakarta, TAMBANG - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada Kasmari (63 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Beringin Agung, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, yang saat ini tengah menjalani pengobatan limfoma non-Hodgkin. Penyakit

By Rian Wahyuddin
Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Jakarta,TAMBANG,- Kinerja moncer berhasil dibukukan perusahaan kontraktor tambang, PT Samindo Resources Tbk (“Perseroan”). Emiten berkode MYOH ini berhasil membukukan akselerasi kinerja operasional dan lonjakan profitabilitas yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penguatan ini ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan. Perusahaan mencatat kinerja

By Egenius Soda
Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) agar manfaat kegiatan pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor

By Rian Wahyuddin
Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong pengembangan industri hilirisasi mineral di Indonesia agar tidak berhenti pada produksi bahan setengah jadi. Karena itu, Pemerintah berencana mengevaluasi pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk antara untuk meningkatkan nilai tambah di

By Rian Wahyuddin