PTBA Garap Kembali Tambang Ombilin di Sumbar, Siap Beroperasi Akhir 2026

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) siap menggarap kembali tambang batu bara Ombilin di Sumatera Barat (Sumbar) dengan target operasi produksi pada akhir tahun 2026.

PTBA Garap Kembali Tambang Ombilin di Sumbar, Siap Beroperasi Akhir 2026
Ilustrasi: tambang batu bara PTBA di Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel). Dokumentasi: PTBA.

Jakarta, TAMBANG – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) siap menggarap kembali tambang batu bara Ombilin di Sumatera Barat (Sumbar). Perusahaan yang merupakan bagian dari MIND ID ini menargetkan tambang tersebut mulai beroperasi pada akhir 2026, seiring dengan pematangan aspek teknis dan perizinan.

“Harapan dari Danantara, kita memang tadinya dalam plan-nya 2027 (beroperasi). Jadi kita harapkan 2026 akhir tahun ini, kita sudah mulai bisa menambang di open pit Ombilin,” ungkap Direktur Operasi dan Produksi PTBA, Ilham Yacob dalam Press Conference Kinerja Keuangan dan Operasional Tahun Buku 2025 di Jakarta, Senin (6/4).

Saat ini, pengembangan Tambang Ombilin masih berada pada tahap penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Ilham menyebut bahwa PTBA menargetkan proses tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan, dengan harapan dapat dipercepat guna mendukung rencana operasional yang telah ditetapkan.

“Kita saat sekarang timelinenya di Ombilin khususnya adalah proses amdal dan kita harapkan Amdalnya bisa selesai dalam waktu 6 bulan ya. Mungkin bisa dipercepat,” jelasnya.

Setelah tahapan Amdal, perseroan akan melanjutkan ke penyusunan studi kelayakan (feasibility study/FS) yang dapat dilakukan secara paralel. Selain itu, terdapat tahapan persiapan operasional, termasuk pengembangan fasilitas pendukung yang menjadi bagian dari proses yang harus dilalui sebelum kegiatan produksi dimulai.

“Ada step berikutnya adalah FS dan itu bisa paralel setelah Amdal tentunya. Dan ada juga pemindah khusus dan itu adalah proses operasional dan saya pikir sesuatu yang wajar yang harus kita lalui dulu,” imbuh dia.

PTBA menargetkan pembukaan tambang terbuka (open pit) sebagai tahap awal operasional. Selanjutnya, secara bertahap perseroan akan mengembangkan metode penambangan bawah tanah (underground mine) sebagai bagian dari rencana jangka panjang pengelolaan Tambang Ombilin.

“Kita harapkan Open pit kita buka dan setelah itu paralel next timenya kita akan lakukan underground mine,” ucapnya.

Cadangan Batu Bara Ombilin

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menyampaikan bahwa tambang Ombilin memiliki cadangan sekitar 102 juta ton, yang terdiri dari 2 juta ton cadangan tambang terbuka dan 100 juta ton cadangan tambang bawah tanah (underground mining).

“Kami harapkan karena cadangannya di sana masih ada 102 juta ton, 2 juta ton itu tambang open pit, yang 100 jutanya tambang dalam,” jelas Arsal dalam kesempatan yang sama.

Terkait pengembangan Tambang Ombilin di Sawahlunto yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO, Arsal Ismail menjelaskan bahwa lokasi tambang berada di luar kawasan inti situs tersebut.

Ia juga menyebut perseroan telah mengantongi persetujuan dari Menteri Kebudayaan untuk melanjutkan pengembangan, dengan tetap memperhatikan status kawasan sebagai World Heritage Area UNESCO.

“Prosesnya kami sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri Kebudayaan karena daerah itu kan masuk di dalam wilayah Heritage Unesco. Nah kami lagi proses sekarang ini lagi Amdal,” jelasnya.

Tambang Ombilin ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada 6 Juli 2019. Sebelum penetapan tersebut, PTBA telah menghentikan operasional tambang Ombilin pada 2016.

Tambang ini dikenal memiliki cadangan batu bara dengan nilai kalori tinggi, berkisar antara 6.000 hingga 7.000 kkal/kg.

Artikel Terkait

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Jakarta, TAMBANG - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada Kasmari (63 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Beringin Agung, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, yang saat ini tengah menjalani pengobatan limfoma non-Hodgkin. Penyakit

By Rian Wahyuddin
Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Jakarta,TAMBANG,- Kinerja moncer berhasil dibukukan perusahaan kontraktor tambang, PT Samindo Resources Tbk (“Perseroan”). Emiten berkode MYOH ini berhasil membukukan akselerasi kinerja operasional dan lonjakan profitabilitas yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penguatan ini ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan. Perusahaan mencatat kinerja

By Egenius Soda
Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) agar manfaat kegiatan pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor

By Rian Wahyuddin
Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong pengembangan industri hilirisasi mineral di Indonesia agar tidak berhenti pada produksi bahan setengah jadi. Karena itu, Pemerintah berencana mengevaluasi pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk antara untuk meningkatkan nilai tambah di

By Rian Wahyuddin