PTBA dan China Huadian Corporation Jajaki Pengembangan PLTB Kapasitas 1.3 Gigawatt

PTBA dan China Huadian Corporation Jajaki Pengembangan PLTB Kapasitas 1.3 Gigawatt
Dirut PTBA, Arsal Ismail

Jakarta, TAMBANG – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama China Huadian Corporation (CHD) menjajaki pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkapasitas 1.300 Megawatt (1,3 Gigawatt) di China Selatan dan pengembangan energi terbarukan lainnya di Indonesia. Sinergi ini dituangkan melalui Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada tanggal 18 Oktober 2022 kemarin.

“Kerja sama dengan CHD ini merupakan salah satu langkah PTBA untuk mewujudkan visi menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia yang peduli lingkungan. Hal ini sejalan juga dengan target Pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060 atau sebelumnya,” kata Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail dalam keterangannya, Rabu (2/11).

Arsal menambahkan, PTBA dapat memperoleh pengalaman dalam pengembangan PLTB sekaligus berkontribusi pada konservasi energi, pengurangan emisi, dan pembangunan berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, PTBA juga ingin mempercepat pengembangan EBT di Indonesia.

“Kami berharap ada transfer teknologi. Selain itu, kami ingin CHD dapat mengembangkan juga PLTB di Indonesia. Kami akan mencari lokasi-lokasi yang pas untuk pengembangan PLTB,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur China Huadian Overseas Investment Co.,Ltd. (CHDOI), Fang Zheng dan Presiden Direktur Huadian Guangxi Energy Co.,Ltd. (CHDGX), Duan Xi Ming menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik rencana pengembangan PLTB bersama dengan PTBA di China dan rencana bersama untuk mengembangkan energi terbarukan di Indonesia.

“Seperti sebelumnya, kerja sama dengan PTBA telah terjalin dengan baik dalam pembangunan PLTU Sumsel-8. Kami berharap rencana kerja sama ini dapat berjalan lancar seperti yang diharapkan dengan dukungan dari Pemerintah China dan Pemerintah Indonesia,” kata Fang Zheng.

Dalam upaya memperluas portofolio di bidang EBT, PTBA telah mengembangkan beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Melalui kerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero), PTBA membangun PLTS berkapasitas 241 kilowatt-peak (kWp) di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC). PLTS ini sudah beroperasi penuh sejak Oktober 2020.

PTBA juga bekerja sama dengan Jasa Marga Group untuk pengembangan PLTS di jalan-jalan tol. Pada 21 September 2022 lalu, PLTS berkapasitas 400 Kilowatt-peak (kWp) di Jalan Tol Bali-Mandara telah selesai dibangun dan diresmikan.

Kemudian dalam acara SoE International Conference 2022 di Bali pada 18 Oktober 2022, PTBA menjajaki potensi kerja sama pengembangan PLTS di lokasi operasional Semen Indonesia Group (SIG).

Saat ini PTBA memiliki sejumlah lahan bekas tambang yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan PLTS. Di antaranya adalah lahan pasca tambang Ombilin di Sumatera Barat seluas 201 hektar (ha), Tanjung Enim (Sumatera Selatan) seluas 224 ha, serta di Bantuas (Kalimantan Timur). Potensi PLTS di masing-masing lahan tersebut mencapai 200 Megawatt (MW).

Artikel Terkait

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin