PT Timah,Tbk Bagi Deviden Rp.25,7 Per Saham

PT Timah,Tbk Bagi Deviden Rp.25,7 Per Saham

Jakarta-TAMBANG. Perusahaan tambang timah milik negara, PT Timah,Tbk akan membagi deviden pada pemegang saham sebesar 30 persen dari laba bersih 2014 sebesar Rp. Rp637,70 miliar. "Pembagian dividen kepada pemegang saham telah disahkan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku 2014. Dividen kita berikan Rp191,39 miliar atau setara Rp25,7 per saham," kata Direktur Utama PT Timah,Tbk Sukrisno dalam konferensi pers usai RUPS di Jakarta (26/3).

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, maka angka deviden tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun lalu, di mana pada saat itu RUPS menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 283,29 miliar atau sebanyak 55 persen dari laba bersih tahun 2013 yang mencatat angka Rp 515,07 miliar.

Perseroan bakal menebarkan dividen pemegang saham pada 29 April 2015. Sehingga pemegang saham bisa memperoleh keuntungan dari raihan pada tahun lalu.

Sebagaimana diketahui meski di tengah harga timah yang mengalami fluktuasi dan cenderung melemah, PT Timah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp637,70 miliar di akhir 2014, atau naik 9,89 persen dari posisi Rp580,54 miliar di 2013. Laba sebelum pajak perseroan menjadi Rp1,02 triliun di akhir tahun lalu, atau naik dari posisi sebesar Rp866,97 miliar di 2013.

Dalam RUPS kali ini juga diumumkan susunan komisaris perusahaan tambang timah terbesar kedua dunia. Fachri Ali ditunjuk sebagai Komisaris Utama menggantikan Insmerda Lebang. Juga mengangkat Emron Pangkapi sebagai Komisaris Independen.

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda