PT Sany Perkasa Konsisten Hadirkan Unit Representatif untuk Penambangan Nikel Domestik

PT Sany Perkasa Konsisten Hadirkan Unit Representatif untuk Penambangan Nikel Domestik

Jakarta, TAMBANG – PT Sany Perkasa, perusahaan alat berat asal Cina konsisten mendukung penambangan nikel Indonesia melalui ketersediaan unit-unit untuk semua lini meliputi persiapan lahan, produksi dan perawatan jalan. Hal ini disampaikan Chief Marketing Officer Sany, Hery Yudianto dalam Indonesia Nickel Summit, Kamis (21/7).

“Kalau bicara heavy equipment berarti kita mensupport dua kegiatan utama. Selama ini kita banyak mendukung kegiatan penambangan meliputi persiapan lahan, produksi, dan juga peralatan jalan. Di mana kita provide menydiakan alat-alat eskavator, dump truck dan bahkan ada motor grade,” ujarnya.

Dalam kegiatan penambangan nikel, unit yang disediakan Sany mencakup excavator, wheel loader, dump truck, dan motor grader.

Sementara, pembangunan infrastruktur yang kerap Sany lakukan adalah kegiatan yang meliputi persiapan dan pembangunan pabrik, kantor, jalan akses, pelabuhan, stockpile dan lain-lain.  Adapun alat berat yang disediakan untuk aktivitas ini antara lain excavator, wheel loader, dump truck, motor grader, compactor, reach stacker, mixer, paver, dan cocrete pump.

“Segmen berikutnya adalah support terhadap pembangunan infrastruktur meliputi persiapan dan pembangunan pabrik, office, kemudian akses jalan, pelabuhan dan bahkan stockpile dan kami juga memiliki varian produck dari eskavator sampai concrete pump,” papar Hery.

Hery menjelaskan, aktivitas tambang yang dikerjakan Sany tidak dimulai dengan proses land clearing melainkan saat overburden hingga pengangkutan mineral nikel ke smelter.

“Saat ini unit-unit yang on side di lokasi mulai dari proses  land clearing, kami tidak masuk di sini tapi kami mulai masuk di overburden. Di mana di situ dibutuhkan excavator dan truck. Sampai ke stockpile blending dan terakhir proses di smelter,” bebernya.

Jika dirinci, kontribusi excavator dan dump truck Sany dalam penambangan nikel ini antara lain overburden topsoil, penambangan nikel berupa limonite, overburden masa transisi, penambangan nikel berupa saprolit, stockpiling, blemding hingga mengangkut ke smelter.

“Inilah aktivitas-aktivitas yang sany lakukan sampai dengan sekarang relasi dengan mensupport kegiatan penambangan,” jelasnya.

Alat berat Sany sendiri memiliki tiga keunggulan. Pertama dari sisi produk yang berkualitas dan variatif. Kedua sisi penjualan yang jaringan pemasarannya luas, ketersediaan barang dan nilai investasi. Ketiga sisi purna jual di mana Ketersediaan layanan Servis 24/7, komitmen servis 130 dan ketersediaan suku cadang .

“Kami menyebutnya sebagai tri angel post, pertama adalah dari lini produk itu sendiri, produk yang berkualitas tentu dengan varian yang cukup lebar, kemudian salesnya sendiri, pemasaran marketing, penjualnya di mana kita memiliki jaminan pemasaran yang luas di Indonesia mulai Sumatera sampai kawasan timur,” ujarnya.

Menurut Hery, sejak tahun 2015 Sany sudah memiliki 55 cabang termasuk di dalamnya adalah sektor office atau kantor-kantor yang ada di titik-titik penambangan atau di sektor industri lainnya.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin