PT Mitrabara Adiperdana Raih Laba Bersih US$34,7 juta

PT Mitrabara Adiperdana Raih Laba Bersih US$34,7 juta
Jakarta-TAMBANG. Perusahaan tambang batu bara yang teratat di Bursa Efek Indonesia, PT Mitrabara Adiperdana membukukan kinerja positif di tahun 2015.   Kinerja positif ini tidak terlepas dari peningkatan volume penjualan batu bara perseroan sepanjang 2015. “Volume penjualan perseroan pada tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 90% diatas tahun 2014. Dan berhasil membukukan laba bersih sebesar US$34,7 juta atau naik dibanding laba bersih tahun sebelumnya,”jelas Direktur Utama Perseroan, Ridwan di Jakarta (17/5), yang baru saja diangkat menggantikan Khoirudin.   Produksi batu bara perseroan di tahun 2015 sebesar 4, w juta ton. Dari total produksi tersebut 98,93% untuk pasar ekspor. Sejauh ini Taiwan menjadi pasar terbesar yang menguasai hampir 50,21%. Sisanya ke India (17,81%) Jepang (15,75%) dan negara lainnya (16,23%).   Di tahun 2015 perseroan menurut Ridwan akan mempertahankan angka produksi tahun 2015. “Di 2016 kami tetap akan mempertahankan tingkat produksi tahun 2015 di 4,1 juta ton. Sambil terus melihat perkembangan pasar,”kata Ridwan.   Sampai dengan kuartal pertama tahun ini poduksi batu bara perseroan sebanyak 1,1 juta ton. Dan penjualan juga mencapai 1,1 juta ton. “Sejauh ini kinerja baik produksi maupun penjualan masih sesuai rencana,”tandas Ridwan.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin