PT DAK Siap Tangani Docking Kapal ASDP Batam

PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK), salah satu anak usaha PT TIMAH (Persero) Tbk, terus memperkuat perannya dalam mendukung konektivitas maritim nasional melalui penjajakan kerja sama strategis dengan ASDP Indonesia Ferry wilayah Batam.

PT DAK Siap Tangani Docking Kapal ASDP Batam
Dokumentasi: PT Timah Tbk.

Jakarta, TAMBANG - PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT DAK), salah satu anak usaha PT TIMAH (Persero) Tbk, terus memperkuat perannya dalam mendukung konektivitas maritim nasional melalui penjajakan kerja sama strategis dengan ASDP Indonesia Ferry wilayah Batam.

Langkah ini ditandai dengan kunjungan kerja Direksi PT DAK ke kantor ASDP Batam pada Jumat (10/4/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum awal untuk membangun kolaborasi di bidang layanan perawatan (maintenance) dan pemeliharaan kapal (docking).

Plt Direktur Utama PT DAK, Daswir Syarif, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus membuka peluang kerja sama antara kedua perusahaan.

“Kunjungan kerja ini dalam rangka silaturahmi dan membahas peluang kerja sama antara PT DAK dengan ASDP Cabang Batam,” ujar dia, dikutip dalam keterangan resmi, Selasa (21/4).

Dalam penjajakan tersebut, PT DAK menawarkan kapabilitas teknis serta fasilitas docking yang dimiliki untuk mendukung kebutuhan operasional armada ASDP di Batam. Kerja sama yang dibahas mencakup perawatan dan docking kapal jenis roro milik ASDP.

“Kerja sama yang dijajaki adalah perawatan atau docking kapal Ro-Ro milik ASDP Cabang Batam. Dari total 14 kapal yang dimiliki, kemungkinan sebanyak 13 kapal akan melakukan docking di PT DAK,” jelas Daswir.

Jika terealisasi, kerja sama ini diyakini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan, khususnya dalam meningkatkan pendapatan pada tahun mendatang.

“Kami berharap melalui kerja sama ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan revenue perusahaan pada tahun 2026,” tambahnya.

Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan transportasi laut, khususnya dalam memastikan armada kapal tetap dalam kondisi optimal dan laik operasi.

Upaya yang dilakukan PT DAK ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan sektor maritim nasional, sekaligus memperluas portofolio bisnis di bidang galangan dan perawatan kapal.

Dengan sinergi antar BUMN, PT DAK optimistis dapat terus meningkatkan daya saing dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri maritim di Indonesia

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin