Program CSR PTBA Jadi Juara Di Ajang BUMN Corcomm Sustainability Summit

Program CSR PTBA Jadi Juara Di Ajang BUMN Corcomm Sustainability Summit

Jakarta,TAMBANG, Satu lagi apresiasi yang berhasil ditorehkan PT Bukit Asam,Tbk (PTBA). Perusahaan tambang batu bara plat merah ini berhasil menjadi Juara Terbaik untuk kategori Program Corporate Social Responsibility (CSR) “Desa Pagar Dewa”. Apresiasi ini diterima pada ajang penghargaan BUMN Corporate Communication and Sustainability Summit (BCOMSS) yang digelar Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Penghargaaan program CSR terbaik ini diserahkan langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan diterima langsung oleh Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin pada Jumat, malam (29/01/2021).

Untuk diketahui, Program CSR PTBA yang menyabet gelar juara “GOLD” tersebut merupakan program circular economy pertanian terpadu “Desa Pagar Dewa”. Program ini dijalankan perusahaan sebagai bentuk konsistensi dan inovasi program-program yang mengacu pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s). Lewat program ini perusahaan berhasil memenuhi tujuan pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) No.1,2,3,7,8,15.

Program Circular Economy Pertanian Terpadu Desa Pagar Dewa sudah dimulai sejak 2018 dengan sumber daya finansial yang disalurkan mencapai sekitar Rp 1,5 miliar. Penerima manfaat langsung untuk program ini sebanyak 91 orang dengan efek berkesinambungan dan penerima manfaat tidak langsung mencapai 35 ribu orang.

Adapun para pemangku kepentingan dalam Program Circular Economy Pertanian Terpadu Desa Pagar Dewa antara lain; PT Pagar Bukit Asam, Anggota Petani, Konsumen, pemasok kemasan dan pupuk, peternak sapi, kelompok Bokashi, dan PTBA.

Berkat program CSR tersebut, ketersediaan pangan dan lapangan kerja di sekitar perusahaan semakin optimal. Tidak hanya itu, program ini sekaligus menjadi rantai pasok dalam kegiatan CSR perusahaan melalui program Bukit Asam Peduli (BA Peduli) yang menekankan pemenuhan pangan sehat bagi masyarakat.

PTBA terus menunjukkan komitmennya untuk membangun ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan.

Sebelumnya, Desa Pelakat, Kabupaten Muara Enim yang dibina oleh Tim CSR PTBA juga meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari tingkat Nasional yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Ini merupakan penghargaan tertinggi sebagai desa terbaik dalam inovasi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim se-Indonesia. Desa Pelakat merupakan salah satu desa binaan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Bersama PTBA, Desa Pelakat melakukan penghijauan di lahan seluas lebih dari 200 hektare. Pelatihan dan pembinaan untuk usaha perkebunan kopi, hingga rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS).

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin