Produksi Alat Berat 2014 Turun 20%

Produksi Alat Berat 2014 Turun 20%

Jakarta – TAMBANG. Akibat penurunan harga komoditas pertambangan, produksi alat berat sepanjang 2014 turun 20%. Total produksi alat berat sebesar 5.500 unit, turun dari tahun 2013 sebesar 6.127 unit.

“Dari total realisasi produksi alat berat pada 2014, total produksi terbesar masih dikontribusi dari alat berat jenis excavator yang biasa digunakan di sektor pertambangan dengan total produksi sekitar 4.500 unit dan sisanya berasal dari jenis bulldozer,” Ujar Ketua Hinabi, Jamalludin di Jakarta, seperti yang dikutip oleh IMQ21.com, Senin (26/1).

Kapasitas produksi alat berat sendiri sebesar 10.000 unit per tahun. Sehingga 50% kapasitasnya tidak terpakai mengingat produksinya hanya 5.500.

Dari total produksi alat berat atau penjualan tahun ini, 15% di antaranya masuk ke pasar ekspor, sedangkan 85% untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Strategi para produsen saat ini untuk meningkatkan pasar ekspor diharapkan bisa naik 10% dari realisasi tahun lalu.

Kapasitas produksi alat berat domestik saat ini telah mencapai 10.000 unit per tahun. Sementara itu, untuk utilisasi keseluruhan selama lima tahun terakhir mencapai rata-rata 45% hingga 60%.

Artikel Terkait

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

PT TIMAH Buka Suara soal Demo di Belitung Timur, Minta Kondusivitas Tetap Terjaga

Jakarta, TAMBANG – PT TIMAH Tbk buka suara terkait aksi demonstrasi warga di depan kantor perusahaan di Kabupaten Belitung Timur yang berujung bentrokan. Perseroan menyatakan menghormati aspirasi masyarakat dan berharap situasi tetap kondusif. Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyampaikan bahwa perusahaan memahami aktivitas pertambangan timah memiliki keterkaitan yang

By Rian Wahyuddin
Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Demo Penambang Timah di Belitung Berujung Bentrok, Bambang Patijaya Dorong Perpres Segera Terbit

Jakarta, TAMBANG - Aksi demonstrasi masyarakat penambang di Kantor PT TIMAH di Kabupaten Belitung Timur menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya tuntutan agar pembelian bijih timah masyarakat kembali dibuka, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga kondusivitas, sembari memastikan pemerintah tengah mempercepat penerbitan Peraturan Presiden

By Rian Wahyuddin