Presiden Prabowo Subianto Siap Tertibkan 1.063 Tambang Ilegal

Prabowo tambang
tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden

Jakarta, TAMBANG – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menyatakan siap menertibkan 1.063 lokasi pertambangan ilegal. Pernyataan ini disampaikan usai menerima laporan dari aparat penegak hukum terkait maraknya aktivitas tambang tanpa izin di berbagai daerah.

“Setelah ini, kita akan tertibkan juga tambang-tambang yang melanggar aturan. Saya telah diberi  laporan oleh aparat-aparat bahwa terdapat 1.063 tambang ilegal,” ucap Prabowo dalam Sidang Tahunan bersama MPR, DPR dan DPD di Jakarta, Jumat (15/8).

Presiden Prabowo menjelaskan, dari 1.063 titik tambang ilegal tersebut, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp300 triliun.

“Potensi kekayaan yang dihasilkan oleh 1.063 tambang ilegal ini dilaporkan potensi kerugian negara Adalah minimal Rp 300 triliun,” imbuhnya.

Karena itu, Prabowo mengajak seluruh anggota MPR dan partai politik bersatu mendukung penertiban tambang ilegal demi kepentingan rakyat.

“Saya minta dukungan seluruh MPR, saya minta dukungan seluruh partai politik untuk dukung ini demi rakyat kita saudara-saudara sekalian,” jelas Prabowo.

Baca juga: Pemerintah Siap Bangun PLTS Hingga 100 GW

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin