Presiden Prabowo Subianto Optimis RI Swasembada Energi

Swasembada energi prabowo
Sumber: Tangkapan layar chanel YouTube Sekretariat Presiden

Jakarta, TAMBANG – Presiden Prabowo Subianto optimistis RI bisa mencapai swasembada energi di era kepemimpinannya. Kata Prabowo, swasembada energi sangat diperlukan apalagi keadaan dunia global saat ini sedang memanas.

“Saudara-saudara sekalian, kita juga harus swasembada energi. Dalam keadaan ketegangan, dalam keadaan kemungkinan terjadi perang di mana-mana, kita harus siap dengan kemungkinan yang paling jelek,” ucap Prabowo dalam pidato perdana kepresidenannya di Jakarta, Minggu (20/10).

Dalam situasi tersulit seperti perang, energi merupakan elemen yang penting untuk ketahanan dan pertahanan negara. Menurut Prabowo, dalam kondisi tersebut tiap negara akan fokus pada kepentingan mereka sendiri, karena itu RI harus swasembada energi.

“Negara-negara lain harus memikirkan kepentingan negara mereka sendiri. Kalau terjadi hal yang tidak kita inginkan sulit akan kita dapatkan sumber dari negara lain. karena itu kita harus swasembada energi dan kita mampu untuk swasembada energi,” beber Prabowo.

Menurut Prabowo, RI bisa mencapai swasembada energi dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah baik yang berasal dari sumber energi konvensional maupun energi baru dan energi terbarukan (EBET). Kata dia, RI sudah membuat bahan bakar nabati dari kelapa sawit, bioetanol dari tebu dan tanaman-tanaman lainnya yang bisa dikonversi menjadi energi ramah lingkungan.

“Kita diberi karunia oleh Tuhan Maha Besar tanaman-tanaman yang membuat kita bisa tidak tergantung bangsa lain. Tanaman-tanaman seperti kelapa sawit bisa menghasilkan solar dan bensin, kita juga punya tanaman-tanaman lain seperti singkong tebu sagu jagung dan lain-lain,” ucap Prabowo.

Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka Resmi Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2024-2029

Selain itu, RI juga menurut Prabowo memiliki energi baru dan energi terbarukan yang berasal dari panas bumi yang potensinya cukup besar dan dari air (PLTA). Termasuk cadangan batu bara domestik yang masih menjadi energi tumpuan kelistrikan di masa transisi energi.

“Kita juga punya energi bawah tanah geothermal yang cukup, kita juga punya batu bara yang sangat banyak, kita punya energi dari air yang sangat besar,” jelas Prabowo.

“Saudara-saudara sekalian, pemerintah yang saya pimpin nanti akan fokus untuk mencapai swasembada energi,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas  300 Metrik Ton Per Hari

TRIPATRA Dukung Kaltim Parna Industri Wujudkan Pabrik Pencairan CO2 Berkapasitas 300 Metrik Ton Per Hari

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan penyedia solusi berbasis rekayasa teknik PT Tripatra Engineers and Constructors (TRIPATRA) mendukung PT Kaltim Parna Industri (KPI) dalam pembangunan fasilitas pencairan karbon dioksida (CO₂) di Bontang, Kalimantan Timur. Fasilitas ini diresmikan pada 22 Oktober 2026 yang memiliki kapasitas desain sebesar 300 metrik ton per hari. TRIPATRA menjalankan

By Egenius Soda
PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

PGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026

Jakarta,TAMBANG,- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus memperkuat portofolio pasokan gas bumi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pelanggan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan tujuh dokumen kesepakatan komersial dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta, Rabu

By Egenius Soda
Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Meningkat 46 %, ANTAM Catatkan Laba Bersih Rp9,66 Triliun hingga September 2026

Jakarta, TAMBANG – PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang Januari–September 2026. Emiten pertambangan berkode saham ANTM ini membukukan laba bersih sebesar Rp9,66 triliun, meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,61 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh optimalisasi kinerja operasional, penguatan strategi pemasaran,

By Rian Wahyuddin