PPA Perkuat Kapasitas Petani Lokal Muara Enim melalui Smart Greenhouse Berbasis IoT

PT Putra Perkasa Abadi (PPA) terapkan teknologi digital farming berbasis Internet of Things (IoT) melalui program Lingga Smart Greenhouse for Resilient Optimized Welfare (GROW) yang diinisiasi oleh PT Bukit Asam Tbk di Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim.

PPA Perkuat Kapasitas Petani Lokal Muara Enim melalui Smart Greenhouse Berbasis IoT

Jakarta, TAMBANG - PT Putra Perkasa Abadi (PPA) terapkan teknologi digital farming berbasis Internet of Things (IoT) melalui program Lingga Smart Greenhouse for Resilient Optimized Welfare (GROW) yang diinisiasi oleh PT Bukit Asam Tbk di Desa Lingga, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim.

Mining Sub-Division Head PTBA, Suratman, menjelaskan bahwa program ini memberikan fasilitas tiga unit green house untuk optimalisasi pemberdayaan masyarakat.

"Fasilitas ini dibangun untuk mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat melalui teknologi dan inovasi pertanian yang berkelanjutan," ujar Suratman.

Keterlibatan PPA dalam program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui pengembangan pertanian modern yang berkelanjutan.

Melalui program ini, PPA mendorong budidaya melon lokal menggunakan Smart Greenhouse dengan metode hidroponik yang terintegrasi dengan teknologi IoT. Sistem tersebut memungkinkan berbagai kebutuhan budidaya, mulai dari pengaturan nutrisi, pengairan, hingga pengendalian tingkat keasaman (pH), dilakukan secara otomatis dan lebih terukur. Sementara itu, penggunaan greenhouse membantu melindungi tanaman dari cuaca ekstrem dan serangan hama sehingga kualitas hasil panen menjadi lebih seragam dan optimal.

Program GROW memfasilitasi pembangunan greenhouse dengan kapasitas 860 lubang tanam per unit. Dengan kapasitas tersebut, Desa Lingga berpotensi menghasilkan 16 hingga 20 ton melon per tahun atau sekitar 4 hingga 6 ton per musim tanam.

Potensi produksi tersebut membuka peluang bagi Desa Lingga untuk menjadi salah satu sentra melon premium di Sumatera Selatan. Wilayah ini sendiri telah dikenal memiliki kondisi agroklimat yang mendukung pengembangan berbagai komoditas buah unggulan. Melalui program ini, diharapkan Sumatera Selatan dapat semakin memperkuat posisinya sebagai penghasil buah berkualitas tinggi, termasuk komoditas melon.

Division Head HCGA & External Relation PPA, Sunaryo, mengatakan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengadopsi teknologi pertanian modern.

"Kami melihat program ini bukan sekadar menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana membangun kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi pertanian saat ini," ujar Sunaryo.

Act Department Head HCGA PPA, Novan Herdianto, menegaskan bahwa PPA juga melakukan pendampingan di setiap tahap program ini. Memastikan bahwa program ini bisa terus dilanjutkan dengan mandiri oleh masyarakat.

"Pembinaan dan pendampingan dilakukan sejak pembangunan greenhouse, pembibitan hingga hari ini bisa melaksanakan panen bersama. Ke depan kami akan terus mendampingi agar program ini berkelanjutan dan mampu meningkatkan kompetensi serta perekonomian masyarakat," ujarnya.

PPA berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang mendorong pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin