PLTU Pacitan dan PLTU Rembang Dapat Penghargaan Rekor Nasional dan Dunia

PLTU Pacitan dan PLTU Rembang Dapat Penghargaan Rekor Nasional dan Dunia

Jakarta – TAMBANG. Konstruksi atap penutup stok pasokan batu bara di PLTU Pacitan dan PLTU Rembang mendapat penghargaan, masing-masing dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book of Record. Rekor nasional dan dan rekor dunia yang dicatatkan adalah untuk atap tanpa sambungan terpanjang.

“Penghargaan diatasnamakan kepada Utomodeck selaku rekanan pelaksana PT Duta Cipta Pakarperkasa, sebagai pelaksana pembangunan shelter coal yard,” demikian dituliskan Warta PLN, Kamis (26/3).

Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Hardi Joewono, Business Development Director PT Duta Cipta Pakarperkasa kepada General Manager Unit Induk Pembangunan VIII PLN, Wiluyo Kusdwiharto, pada Senin (23/3) lalu di Surabaya.

Atap penutup stok pasokan batu bara atau coal shelter tersebut dibangun tanpa menggunakan sambungan. Untuk PLTU Pacitan di Jawa Timur, panjangnya mencapai 156,3 meter. Sementara untuk PLTU Rembang di Jawa Tengah panjangnya mencapai lebih dari 200,9 meter.

Bagi Wiluyo penghargaan ini cukup membanggakan, karena merupakan hasil karya anak bangsa. “Pembangunan coal shelter merupakan sebuah langkah sederhana tapi cukup penting. Kebanggaannya juga karena yang mengerjakan pekerjaan ini adalah karya anak bangsa sendiri,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hardi Joewono juga menyampaikan, pihaknya sangat gembira dan berterimakasih karena telah diberi kesempatan bekerjasama dengan PT PLN (Persero) untuk melakukan pembangunan atap pelindung stok pasokan batu bara.

“Kami sangat bergembira dan berterimakasih karena sudah bisa berbuat maksimal melalui kerjasama dengan PLN UIP VIII hingga bisa meraih penghargaan ini. Saat ini yang sedang dalam proses pembangunan coal shelter berikutnya adalah untuk coalyard di PLTU Lontar Banten,” ujar Hardi.

Pembangunan konstruksi pelindung ini sebenarnya berawal dari pengalaman buruk, ketika terjadi kebakaran di salah satu lokasi tumpukan batu bara kalori rendah di PLTU. Kemudian, melalui hasil diskusi, diperoleh sebuah usulan solusi untuk melakukan perlakuan khusus terhadap batu bara kalori rendah dengan membuatkan atap (shelter).

Batu bara kalori rendah yang banyak digunakan di PLTU generasi Proyek 10 Ribu Megawatt Tahap Pertama, memang memiliki sifat mudah terbakar. Karenanya, konstruksi atap pelindung bertujuan mengurangi risiko terjadinya pembakaran spontan (self combustion). Atap itu juga tentunya melindungi dari hujan, yang bisa menyebabkan batu bara menjadi basah dan lengket, sehingga ada potensi pemampatan (plugging) ketika batu bara diproses menuju pengisi batu bara (coal feeder). Fungsi lain adalah mengurangi dampak tiupan angin, sehingga menekan dampak polusi.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin