PLTS Jakabaring Perkuat Jaringan Listrik Pelaksanaan Asian Games 2018

PLTS Jakabaring Perkuat Jaringan Listrik Pelaksanaan Asian Games 2018
Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin bersama perwakilan Kementerian terkait, seperti Kemenko Kemaritiman, perwakilan Kedutaan Besar Jepang meresmikan pengoperasian PLTS Jakabaring. Hadir sebagai perwakilan Kementerian ESDM, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Harris (Foto: Ditjen EBTKE)
Palembang, TAMBANG – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan olahraga Jakabaring berkapasitas 2 MW, untuk mendukung pelaksanaan pesta olahraga Asian Games ke XVIII tahun 2018.   PLTS terbesar di Sumatera ini, adalah hasil proyek kerjasama Joint Crediting Mechanism  (JCM), kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang. Ini adalah salah satu dari 31 proyek JCM yang saat ini tengah diimplementasikan di Indonesia. Nilai total investasi dari kerja sama Indonesia dan Jepang ini telah mencapai USD139 juta. Pembagiannya adalah USD83 juta berasal dari investasi pihak swasta Indonesia, sementara USD56 juta subsidi yang diberikan oleh Pemerintah Jepang.   “Kami berharap kedepannya pola kerjasama pengembangan pembangkit listrik energi terbarukan seperti skema JCM yang telah diimplementasikan di Jakabaring ini, juga skema-skema yang lain yang sejenis, dapat menjadi model perkembangan energi terbarukan kedepan dan dapat direplikasi di daerah-daerah lain di Indonesia. Sehingga target pemerintah untuk memaksimalkan energi baru terbarukan dapat tercapai” ujar Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Harris, dalam keteragan resmi Ditjen EBTKE, Senin (2/7).   Inisiator awal pembangunan PLTS ini adalah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan, yang kemudian menunjuk Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan untuk melakukan pelaksanaannya. PDPDE Sumatera Selatan bekerja sama dengan Sharp Jepang telah mendapatkan subsidi dari Pemerintah Jepang sebesar maksimum 50 persen, dari total nilai investasi Engineering, Procurement & Construction (Biaya EPC), alih teknologi, pengembangan kapasitas, dan model perhitungan penurunan emisi GRK, yang dapat digunakan untuk memenuhi target penurunan emisi Indonesia dan Jepang. Pengerjaan pembangunan PLTS ini dimulai tahun 2017 dan telah beroperasi secara komersial (COD) sejak tanggal 10 April 2018.   Produksi listrik yang dihasilkan per tahun PLTS Jakabaring yaitu 1,897 MWh/tahun, dan listrik hasil produksi ini dijual ke jaringan PLN berdasar peraturan yang berlaku, yaitu 85 persen dari Biaya Pokok Pembangkitan (BPP) setempat melalui Power Purchase Aggreement (PPA).   Tidak hanya memberikan akses listrik, hadirnya PLTS ini juga berperan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang signifikan, dengan total emisi CO2 yang dikurangi yaitu sebanyak 1.303 ton CO2/tahun. PLTS Jakabaring yang dibangun di lahan seluas 2 hektar ini, telah melaksanakan uji coba operasi sejak awal bulan Maret 2018 oleh PDPDE, dan sampai dengan sekarang telah mampu memproduksi energi bersih yang cukup signifikan bagi Stadion Olahraga Jakabaring dan kota Palembang.  

Artikel Terkait

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Jakarta,TAMBANG,- Sektor pertambangan Indonesia diperkirakan masih akan mengalami dinamika. Secara keseluruhan tahun 2026 sektor ini akan mengalami tekanan baik dari internal yakni dalam negeri maupun situasi gobal. Tenaga Ahli Profesional Kekayaan Alam, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) menjelaskan sektor tambang akan mengalami koreksi di paruh pertama tahun ini. Kemudian

By Egenius Soda
Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan, energi, konstruksi, hingga migas sedang menghadapi sejumlah tantangan operasional. Di tengah kebutuhan produksi yang tinggi, perusahaan juga dituntut untuk menjaga efisiensi, mengurangi downtime, dan memastikan alat berat tetap bekerja secara optimal. Salah satu faktor yang sering luput diperhatikan adalah kualitas bahan bakar. Dalam penggunaan mesin

By Egenius Soda