PLTP Gunung Wilis Dapat Terangi 15000 Rumah

Jakarta-TAMBANG. Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) mengadakan sosialisasi pengembangan wilayah kerja panas bumi (WKP) Gunung Wilis, Jawa Timur. Sebagaimana diketahui, sekitar 69 WKP yang ada, 7 diantaranya terletak di Provinsi Jawa Timur dengan potensi terduga sebesar 1015 MW, dimana sebesar 50 MW terdapat di Gunung Wilis. “Wilayah Kerja Panas Bumi Gunung Wilis terletak di 5 Kabupaten yaitu Madiun, Kediri, Nganjuk, Ponorogo, dan Tulungagung dengan rencana akan dikembangkan sebesar 20 MW atau setara dengan kemampuan untuk menerangi 15.000 rumah penduduk dan diharapkan dapat produksi di 2025,” ujar Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi, Eddy Hindiarto Judoadi. Tahun ini, lanjutnya, pemerintah pusat sedang melaksanakan pelelangan WKP Gunung Wilis untuk mendapatkan pengambang panasbumi yang kompeten, profesional, berkualitas dan berdaya guna terhadap kemajuan pemanfaatan energi panas bumi untuk pemanfataan tidak langsung berupa energi listrik bagi provinsi Jawa Timur. “Pemerintah sangat berharap dengan adanya kegiatan pengusahaan panas bumi di Kabupaten Madiun, Kediri, Nganjuk, Ponorogo dan Tulungagung terutama di sekitar WKP Gunung Wilis ini dapat menumbuhkan kondisi ekonimi di masyarakat sekitar proyek,”pungkasnya.

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda