PLN Energi Gas Gelar Program PESAT–BP Demi Mendukung Peningkatan Kualitas SDM

PLN Energi Gas Gelar Program PESAT–BP Demi Mendukung Peningkatan Kualitas SDM

Jakarta,TAMBANG,- PLN Energi Gas yang merupakan anak usaha dari PLN Energi Primer Indonesia kembali menggelar kegiatan PESAT-BP. Ini merupakan program sebagai komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PESAT–BP atau Pengembangan Skill dan Sertifikasi Terpadu – Balai Pungut kali ini dilaksanakan di wilayah operasional OM CNG Duri.

Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan PLN Nusantara Power ULPLTG/MG Duri yang berfokus pada pemberian pelatihan dan sertifikasi K3 Umum bagi masyarakat Desa Balai Pungut.

Program ini dilatarbelakangi oleh hasil social mapping yang menunjukkan masih terbatasnya penyerapan tenaga kerja, khususnya bagi lulusan D3–S1 di Desa Balai Pungut. Melalui kegiatan ini, PLN Energi Gas berupaya memberikan nilai tambah kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sehingga generasi muda memiliki kesiapan dan daya saing yang lebih baik dalam memasuki dunia kerja.

Sekretaris Perusahaan PLN Energi Gas, Elok Faiqoh Saptining Ratri, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Program PESAT-BP ini merupakan komitmen TJSL PLN Energi Gas di bidang pendidikan sebagai respons atas hasil social mapping. Melalui sertifikasi K3 Umum, kami berharap generasi muda memiliki nilai tambah yang dapat membuka peluang kerja serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan dan perekonomian Desa Balai Pungut,” ujar Elok.

Sementara itu, TLK3L PLN Nusantara Power ULPLTG/MG Duri, Amirul Akbar Rosadi, menyoroti antusiasme peserta selama pelatihan berlangsung.

“Kami melihat komitmen dan keseriusan peserta dalam mengikuti setiap tahapan pelatihan dan sertifikasi K3 Umum. Hal ini menunjukkan kesiapan mereka untuk memenuhi kebutuhan industri. Dengan kompetensi tersebut, peluang perusahaan untuk menyerap tenaga kerja dari Desa Balai Pungut semakin terbuka,” ungkapnya.

Pelaksanaan program ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang terlihat dari tingginya partisipasi serta semangat peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Diharapkan, melalui sertifikasi yang diperoleh, para peserta dapat meningkatkan peluang kerja sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.

PLN Energi Gas akan terus berkomitmen menghadirkan program TJSL yang tepat sasaran dan berdampak nyata melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Program PESAT–BP diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan siap bersaing di dunia industri.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin