PLN akan Kembangkan SPLU Fast Charging

PLN akan Kembangkan SPLU Fast Charging
General Manager PLN Dis Jaya, Ikhsan Asaad saat menerima kunjungan kerja Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Agus Triboesono (Foto: Kementerian ESDM)
Jakarta, TAMBANG – PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Dis Jaya) berencana mengembangkan fasilitas Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) dengan daya pengisian baterai mobil listrik super cepat (fast charging).   Pembangunan SPLU fast charging ini, dilakukan untuk mengurangi hambatan dalam pengisian baterai pada mobil listrik biasa, yang membutuhkan waktu pengisian baterai yang cukup lama.   “PLN akan mengembangkan SPLU dengan berbagai fitur antara lain, meggunakan transaksi NFC, E-Money QR Code, serta fasilitas fast charging,” ujar General Manager PLN Dis Jaya, Ikhsan Asaad, dalam keterangan resmi ESDM, Minggu (17/6).   SPLU merupakan fasilitas pengisian listrik yang disediakan PT PLN untuk melayani kebutuhan listrik di tempat umum, serta dukungan untuk kebutuhan kendaraan listrik. Saat ini telah terpasang lebih dari 1.411 titik di wilayah DKI Jakarta yang dapat dicari dengan menggunakan google map.   “Selama ini SPLU-SPLU yang dibangun PLN digunakan oleh membantu mendekatkan akses listrik untuk pedagang kaki lima. Karena selama ini banyak yang “mencantol” listrik yang sangat berbahaya sekali. Nah kita bantu dia dan mereka tinggal membeli token listriknya saja,” jelas Ikhsan.   PLN lanjut Ikhsan, saat ini terus memantau SPLU mana yang efektif dan yang tidak efektif dan jika dirasakan kurang efektif maka SPLU tersebut akan direlokasi ketempat lain.   SPLU akan terus dikembangkan fasilitasnya sehingga pemanfaatannya menjadi beragam. “Kita terus mengembangkan SPLU, termasuk dipakai sebagai charger station untuk kendaraan listrik. Saat ini untuk yang standar sudah bisa dipakai dan kita sudah melakukan kerjasama dengan produsen mobil listrik seperti BMW,” tambah Ikhsan.   Saat SPLU fast charging telah tersedia, maka untuk pengisian ulang daya mobil listrik hanya memerlukan waktu 20-30 menit. Direncanakan SPLU jenis ini telah tersedia pada akhir tahun 2018.  

Artikel Terkait

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Engineering Week 2026 Satukan Delapan Sektor Industri untuk Dorong Transformasi Indonesia

Jakarta, TAMBANG – Kebutuhan akan industri yang semakin terintegrasi mendorong hadirnya kolaborasi lintas sektor. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Engineering Week 2026 yang mempertemukan delapan sektor industri strategis dalam satu ekosistem. Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, Engineering Week 2026 resmi dibuka pada 9 September

By Rian Wahyuddin
Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Lewat Mining Indonesia 2026, Naraya Dipta Buana Perkuat Pengembangan Truk Listrik Hongyan untuk Tambang

Jakarta, TAMBANG – PT Naraya Dipta Buana, bagian dari MahaDasha Group, bersama SAIC Hongyan, memperkuat komitmen mengembangkan solusi kendaraan komersial untuk mendukung operasional sektor pertambangan Indonesia. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk kebutuhan industri berat. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Mining Indonesia 2026

By Rian Wahyuddin