Pipa Gas Porong-Grati masih Tersendat Izin

Jakarta-TAMBANG. Niatan PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk merampungkan proyek konstruksi pipa gas di Porong–Grati di Jawa Timur pada kuartal III 2015 ini belum bisa terealisasi karena masih tersendat perizinan lahan.   Pipa gas sepanjang 56 kilometer (km) itu nantinya akan terpasang melewati ruas tol Gempol-Pasuruan dan kawasan pusat tempur milik marinir di Grati. Nah kendalanya, Pertagas belum memperoleh izin dari kedua institusi yang mengelola dua lahan tersebut.   Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Pertagas, Ahmad Kudus mengatakan pihaknya telah mencoba melakukan komunikasi namun belum menemukan titik temu. Katanya, permasalahan ini sudah disampaikan kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Kepala Staf Kepresidenan.   “Kami belum mendapat izin karena masih ada kaitan izin-izin yang sudah dikeluarkan sebelumnya dengan badan usaha yang lain,” ungkapnya, Rabu (26/8).   Sejauh ini progress konstruksi pipa Porong–Grati sudah mencapai 60%. Ahmad menggambarkan, sejak dari pembebasan lahan sampai commissioning seharusnya butuh waktu lima bulan. Ia menuturkan jika izin bisa dipercepat, Pertagas masih akan mengupayakan proyek ini bisa selesai hingga akhir tahun ini.   “Tetapi kalau tidak maka akan sulit diselesaikan,” sambungnya.   Sementara ini, dituturkan Ahmad, pasokan gas baru dari Santos. Selain itu, pasokan juga diambil dari Pertagas yang belum terserap industri karena over supply. “Gasnya baru terserap 87% dari kontrak dengan Kangean Energy Persada,” katanya.   Proyek pipanisasi ini melalui Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan, menggunakan konsep open access, berkapasitas 125 Million Standard Cubic Feet per Day (MMMSCFD), dan memiliki titik awal dari Porong. Rencananya, pipa Porong-Grati memenuhi kebutuhan gas bagi pembangkit PLN, sehingga memberikan peluang bagi industri-industri di sepanjang jalur pipa tersebut.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin