PHM Sukses Rehabilitasi DAS Di Hutan Produksi Kendilo, Kabupaten Paser

PHM Sukses Rehabilitasi DAS Di Hutan Produksi Kendilo, Kabupaten Paser
Jakarta,TAMBANG- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) berhasil melakukan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Hutan Produksi Kendilo seluas 669 hektar di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Keberhasilan ini disampaikan pada acara Ekspose Hasil Penilaian dan Serah Terima Hasil Penanaman dalam rangka Rehabilitasi DAS a.n. SKK Migas Wilayah Kerja Mahakam (17/03/2023) yang dilaksanakan di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta. Kegiatan rehabilitasi yang dijalankan Anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) ini sejak tahun 2018 hingga 2023 berkenaan dengan pemenuhan kewajiban Izin Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (IPPKH) yang diterbitkan oleh KLHK. Pjs. General Manager PHM, Ferico Afrinas menjelaskan komitmen Perusahaan untuk melakukan rehabilitasi alam dan pelestarian lingkungan melampaui kewajiban. Program rehabilitasi DAS diperkirakan mencapai total 2.189 ha lebih luas dari kewajiban PPKH seluas 1.986,40 ha. “PHM telah dinyatakan “Berhasil” dalam melakukan Rehabilitasi DAS di Hutan Produksi Kendilo seluas 669 hektar (ha) oleh tim penilai yang terdiri dari instansi BPDAS Mahakam Berau, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kendilo, serta disupervisi oleh Tim PDASRH KLHK. Kegiatan penilaian telah dilaksanakan pada tanggal 13-19 Oktober 2022,” terang Ferico. Kegiatan penanaman oleh PHM terbagi menjadi beberapa blok tanam yaitu Blok A (226 Ha), Blok B (760 Ha), Blok C (482 Ha), Blok D (200 Ha), Blok E (450 Ha) dan Blok F (71 Ha) dengan jumlah tanaman 1.100 batang per hektar, yang terdiri dari jenis tanaman Kayu-Kayuan berupa Jabon, Sengon, Meranti, Kapur, Bengkirai, Keruing, Medang, Mahoni, dan Multi Propose Tree Species (MTPs) berupa buah-buahan Durian lokal, Cempedak, Petai, Jengkol, Nangka dan Kemiri serta Gaharu. Ferico menambahkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi ini, Perusahaan bermitra dengan kelompok petani setempat yang sudah menjalin kerja sama perhutanan sosial yaitu Kelompok Tani  Hutan (KTH) Alas Taka, Desa Muara Samu dan KTH Aper Sejahtera, Desa Saing Prupuk. Kedua kelompok tani tersebut merupakan binaan dari KPHP Kendilo, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum yang sekaligus menerima penyerahan hasil penilaian menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Rehabilitasi DAS yang dilakukan oleh PHM. “Hal ini merupakan bentuk kepatuhan PHM atas pemenuhan kewajiban PPKH. Semoga PHM dapat tetap berpartisipasi dalam pemeliharaan pasca penyerahan,” ungkap Dyah. Direktur Utama PHI, Chalid Said Salim, mengatakan bahwa kegiatan rehabilitasi DAS yang dilakukan PHM sejalan dengan kebijakan Perusahaan untuk menjalankan operasi hulu migas yang selamat, efisien, handal, patuh, dan ramah lingkungan. “Kami meyakini bahwa kegiatan pengelolaan dan konservasi lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam mendukung keberlangsungan operasi dan bisnis Perusahaan untuk menghasilkan energi bagi Indonesia,” kata Chalid. Untuk mewujudkan kebijakan tersebut, menurut Chalid, Perusahaan senantiasa berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, terutama pemerintah dan masyarakat di sekitar wilayah operasi Perusahaan. Sementara itu, Kepala Divisi Formalitas, Lingkungan Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, George Nicholas M. Simanjuntak menyampaikan pentingnya kepedulian dan pelibatan masyarakat dalam proses kegiatan Rehabilitasi DAS yang dilakukan oleh KKKS. “Kami senantiasa melibatkan masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar yang berdampak pada ekonomi mereka terutama pada saat COVID19 lalu. Kegiatan rehabilitasi akan mendukung pencapaian Indonesia Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030 dan net zero emission 2060 melalui kampanye kegiatan carbon capture,” ujar George.

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin