PHE Jambi Pasok Gas Industri ke Jabar dan Sumsel

PHE Jambi Pasok Gas Industri ke Jabar dan Sumsel
ilustrasi
Sungai Kenawang, TAMBANG- PT Pertamina (Persero) memiliki kesepakatan bersama dengan anak perusahaan termasuk PHE Jambi Merang dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN), untuk memenuhi kebutuhan gas industri di beberapa wilayah Indonesia.   Di tahun 2019, PHE Jambi Merang menyalurkan gas pertama melalui  pipa sambungan (Tie In) ke PGN untuk memenuhi kebutuhan gas industri di wilayah Sumatera Selatan dan Jawa Barat yang dimulai pada 11 April 2019. Penyaluran gas pertama ini ditandai oleh pemutaran kemudi pipa oleh Manajemen PHE Jambi Merang dan Perwakilan PGN.   Penyaluran gas dilaksanakan melalui kesepakatan bersama antara PHE Jambi Merang dan PGN untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas industri di wilayah Sumatera Selatan, Dumai dan Batam yang telah dimulai pada tahun 2014 melalui Tie In.   Direktur Utama PHE, Meidawati menyampaikan, realisasi produksi gas PHE sangat tergantung penyerapan di pasar. Jika penyerapan pasar besar, maka PHE bisa meningkatkan produksi gasnya. Selain di kawasan Sumatra, pasokan gas PHE Jambi Merang ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan gas PLN dan sejumlah industri di Jawa Barat.   “Tentu ini sejalan dengan upaya PHE untuk memberikan kontribusi secara berkesinambungan terhadap pemenuhan target produksi migas nasional dan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri,” ungkap Meidawati melalui keterangan tertulis, Sabtu (13/4).   Hal senada juga disampaikan GM PHE Jambi Merang, Indra Shahab yang mengatakan, penyaluran gas ini merupakan salah satu komitmen PHE Jambi Merang dalam pengelolaan operasi untuk meningkatkan cadangan dan produksi yang berdaya laba tinggi.   “Kami  akan terus meningkatkan produksi untuk memenuhi ketahanan energi nasional yang telah dibuktikan dengan tidak hanya pengaliran ke wilayah utara (Sumatera Selatan) namun juga pengaliran gas ke Selatan (Jawa Barat),” ujar Indra.   Melalui Surat Perintah ESDM pada bulan Mei 2018 lalu, koordinasi dan pembangunan penyambungan pipa SSWJ telah ditetapkan untuk dilakukan penuh oleh PHE Jambi Merang. PHE Jambi Merang melakukan percepatan penyambungan pipa SSWJ yang telah selesai pada Desember 2018 lalu, yang dilanjutkan dengan pembentukan Tim Commisioning (penyaluran) pada awal 2019. Adapun pengecekan menyeluruh pipa dan metering serta persiapan dan koordinasi dilaksanakan sampai bulan Maret 2019.   Sebelum melakukan penyaluran gas, PHE Jambi Merang memastikan keamanan dan keselamatan kerja melalui Pre Start Up Safety Review (PSSR) yang dilakukan dua kali di fasilitas PHE Jambi Merang dan fasilitas PGN. Hingga akhirnya, tepat pukul 13.00 WIB hari Kamis, 11 April 2019, PHE Jambi Merang mampu menyalurkan gas pertama ke pipa SSWJ sebesar 5 BBTUD yang akan meningkat seterusnya hingga mencapai angka 35 BBTUD sesuai dengan kesepakatan.   Selain manajemen, para pekerja PHE Jambi Merang juga hadir dalam Tie In yang dilakukan terpisah di tiga lokasi yaitu Sungai Kenawang Gas Plant, Metering PHE Jambi Merang dan PGN Station di Grissik. Penyaluran gas ini berhasil dilaksanakan atas kerja sama tim Operation, Project Facility, Maintenance, Commercial dan Bussines Support PHE Jambi Merang.  

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda