Pertamina Segera Teken Kontrak Dengan Saudi Aramco

Pertamina Segera Teken Kontrak Dengan Saudi Aramco
  •  Head of Agreement dengan Saudi Aramco segera diteken
  • Empat poin kerja sama di antaranya pembangunan kilang minyak, kerja sama pasokan minyak mentah, pembangunan industri petrokimia, dan pembangunan fasilitas storage
  Jakarta-TAMBANG- PT Pertamina (Persero), segera akan melakukan penandatangan kesepakatan Head of Agreement (HOA) dengan Saudi Aramco, terkait beberapa kerja sama sektor hilir minyak dan gas.  Hal tersebut disampaikan Vice President Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro , kepada wartawan dalam kunjungan di kilang TPPI Tuban (Selasa, 10/11/2015).   Meski belum jelas kapan pasti pelaksanannya, namun ia menegaskan bahwa semua draf terkait perjanjian tersebut sudah disiapkan dan tinggal menunggu waktu untuk menandatanganinya.   “HOA itu kita tahap finalisasi, kalau minggu ini kita bisa lakukan, ya kita lakukan. Tapi pada dasarnya semua final drafting semua sudah siap. Jadi tinggal menandatanganinya saja,” ujar Wianda.   Ia menambahkan, dalam perjanjian tersebut, ada empat poin utama yang akan digarap oleh perusahaan asal Saudi itu, di antaranya pembangunan kilang minyak, kerja sama pasokan minyak mentah, pembangunan industri petrokimia, dan pembangunan fasilitas peyimpanan minyak atau storage.   Wianda menyebutkan dalam perjanjian awal ini Pertamina dan Saudi Aramco akan menandatangani kontrak dalam jumlah yang cukup besar yakni US$5 miliar. Maka, dia mengharapkan Presiden Joko Widodo dapat menyaksikan langsung perjanjian itu.

Artikel Terkait

Pemerintah Tegaskan Ekspor Mineral Ikutan Tetap Berjalan, Kajian Logam Tanah Jarang Disiapkan

Pemerintah Tegaskan Ekspor Mineral Ikutan Tetap Berjalan, Kajian Logam Tanah Jarang Disiapkan

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah menegaskan bahwa pelaksanaan ekspor produk pertambangan beserta turunannya tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku dan tidak dimaksudkan untuk menghambat ekspor mineral ikutan, termasuk potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) yang terkandung dalam komoditas tambang utama. Penegasan tersebut menjadi salah satu hasil rapat koordinasi lintas kementerian yang membahas implementasi

By Rian Wahyuddin