Pertamina Lubricants Sokong Pabrikan Gula Terbesar di Indonesia Timur

Jakarta–TAMBANG. PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri domestik dan internasional kembali dipercayai oleh pelanggan industri tanah air. Pelumas Industri Pertamina kini resmi digunakan oleh PT Sukses Mantap Sejahtera (PT. SMS), pabrikan gula di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat untuk berbagai mesin milling, crushing, grinding, gear, sampai dengan pembangkit listrik pabrikan tersebut. Penggunaan pelumas Pertamina ditandai dengan penandatangan kerjasama penggunaan pelumas Pertamina antara PT Pertamina Lubricants dan PT. SMS oleh Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants, Andria Nusa dan Direktur Utama PT. SMS, Rohan Setiawan, Kamis (18/8). Kerjasama ini merupakan langkah strategis PT Pertamina Lubricants untuk terus mendukung pertumbuhan industri pengelolahan pangan di Indonesia, khususnya untuk industri gula yang semakin meningkat kebutuhan domestik setiap tahunnya. Produk-produk pelumas industri yang digunakan oleh PT. SMS mencakup lebih dari enam produk unggulan Pertamina yaitu Masri RG dan Masri SMG (pelumas khusus untuk pabrik gula dengan base oli bermutu tinggi dan aditif extreme pressure), Grease (minyak gemuk), Rored, Turalik (pelumas hidrolik industri), dan Meditran SX Plus (Pelumas untuk mesin diesel industri). Pelumas industri dari PT Pertamina Lubricants diproduksi khusus untuk pabrikan terkini yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi mesin industri di tanah air. Pelumas Pertamina, yaitu pelumas Masri Series khusus diformulasikan untuk pabrik gula yang dapat melindungi bearing dan roda gigi mesin secara optimal dalam keadaan beban kerja crushing dan grinding yang ekstrim dan memberikan pelumasan terbaik pada kondisi lingkungan yang basah. Selain itu, Masri Series secara terus menerus melindungi komponen mesin dari karat dan korosi sehingga mesin dapat bertahan lama dan bekerja secara lebih efisien. “Selain produk pelumas industri yang telah teruji, berkualitas internasional dan bermutu tinggi, Pertamina Lubricants juga memberikan nilai lebih bagi pelanggan dengan keandalan supply chain dan after-sales service yang sangat menyeluruh”, Ungkap Andria Nusa, Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants. Pertamina Lubricants merupakan penyedia pelumas industri terbesar di Indonesia dengan kualitas berkelas dunia yang di dukung dengan pelayanan purna jual yang lengkap yang meliputi layanan teknis (technical assistance), stock management, in-house training pelumasan untuk mesin industri di ILMA (Intergrated Lubricant Management Academy), Oil Monitoring System di Oil Clinic, Industrial Problem Solving, Lube Recomendation Charts, dan engineer khusus yang dapat terjun langsung dalam mengecekan oli secara berkala. Disamping PT. SMS, beberapa industri di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur juga sudah menjadi pelanggan Pertamina Lubricants diantaranya industri Power Generator seperti PLN dan IPP, perkapalan, semen, alat berat dan agro.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda