Pertamina Lubricant Luncurkan Meditran SX Bio

Pertamina Lubricant Luncurkan Meditran SX Bio
Jakarta-TAMBANG- PT Pertamina Lubricants merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri serta base oil meluncurkan varian Meditran SX Bio. Produk ini dikhususkan untuk kendaraan komersial seperti bus dan truk dan juga untuk mesin-mesin industri. Untuk diketahui Meditran SX Bio yang merupakan pelumas transportasi dan Industri Heavy Duty Diesel Oil dengan SAE 15W-40 di desain khusus untuk kendaraan industri berbahan bakar biodiesel dengan spesifikasi B5 sampai B50. Dari hasil pengujian Pertamina Lubricants menyimpulkan bahwa dalam engine test dengan simulasi kontaminasi Biodiesel ke dalam pelumas, Meditran SX Bio memberikan performa yang superior dibandingkan pelumas biasa dalam kemampuan bertahan dari kerusakan dan dalam melindungi mesin. Produk ini memiliki keunggulan dalam membantu memperpanjang usia mesin kendaraan dan juga usia oli serta memberikan proteksi pada mesin dimana kontaminasi biodiesel kerap terjadi dan dapat merusak kerja optimal mesin. “Dengan kapabilitas yang kami miliki, Pertamina Lubricants tidak berhenti berinovasi dan memberikan produk-produk pelumas terbaik untuk sektor industri di Indonesia. Dengan kondisi ekonomi sangat ini dan dengan persaingan bisnis yang semakin ketat, efisiensi menjadi kunci operational. Varian terbaru kami dapat memberikan performa maksimal berjangka panjang dan sudah terbukti ramah lingkungan dan menggunakan energi yang rendah.” Ujar Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary, PT Pertamina Lubricants. Sebelumnya anak usaha PT Pertamina (Persero) ini juga meluncurkan pelumas untuk kendaraan penumpang berbahan bakar biodiesel. Ini semua menjadi pembuktian bahwa Pertamina Lubricants memiliki kemampuannya berinovasi untuk sektor industri di Indonesia. Varian varian baru ini akan diperkenalkan pada pabrikan dan bisnis pada “The 4th Indonesia Internasional Bus, Truck, and Components Exhibition 2016” yang dilaksanakan Jiexpo Kemayoran, Jakarta, 29 April – 1 Maret 2016. Di sana pengunjung pameran juga dapat secara langsung menguji penghematan bahan bakar dan penurunan emisi dengan calculator yang dirancang khusus oleh Pertamina Lubricants. Sebagaimana diketahui PT Pertamina Lubricants merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) di sektor pelumas otomotif dan industri serta base oil untuk pasar domestik dan internasional. Saat ini sudah tersebar di Asia, Afrika, dan Australia. Pertamina Lubricants mengoperasikan 3 unit produksi di Gresik, Cilacap, dan Jakarta serta 1 unit produksi di Thailand dengan total kapasitas lebih dari 535 juta liter per tahun. Produk Pelumas Pertamina telah mendapatkan pengakuan dari dunia Internasional, salah satunya dibuktikan dengan menjadi technical partner Automobili Lamborghini. Dengan kerjasama ini, produk pelumas Pertamina Fastron Platinum, SAE 10W-60, VW 504.00/507.00 menjadi produk resmi yang akan digunakan Automobili Lamborghini untuk setiap event motorsport yang akan ditangani tim Lamborghini Squadra Corse serta dipasarkan melalui 129 outlet Lamborghini di seluruh dunia.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda