Pertamina Garap Bright Olimart Di Seluruh Jaringan SPBU

Pertamina Garap Bright Olimart Di Seluruh Jaringan SPBU
Jakarta-TAMBANG. Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina  Lubricant bersama Pertamina Retail meresmikan Bright Olimart Modular. Dalam Outlet Bright Olimart Mudular tersebut tersedia pelayanan penggantian oli, service ringan dan berat, spooning, balancing, nitrogen, serta menjual sparepart.   Direktur Sales and Marketing PT Pertamina Lubricant Andria Nusa mengatakan program itu bukan kali pertama, sebelumnya kedua anak usaha PT Pertamina (Persero) itu telah meluncurkan outlet Bright Olimart yang sifatnya permanen di beberapa SPBU milik Pertamina dan Bengkel Enduro Express khusus untuk motor.   “Dengan adanya Bright Olimart Modular, kami ingin memperluas bisnis retail kami,” ungkapnya saat peresmian di SPBU 31.139.01, Cakung, Jakarta Timur, Senin (26/10).   Ia menjelaskan, Bright Olimart Modular merupakan model outlet yang dibangun dalam kontainer. Konsep itu dinilainya lebih praktis serta ekonomis namun tidak mengurangi kenyamanannya. Saat ini, baru ada 31 outlet yang berlokasi diseluruh jaringan SPBU COCO di Sumatera, Jawa dan Bali. Targetnya, di tahun ini  akan dibangun 100 outlet.   “Dari 100 itu, diantaranya 10 outlet Bright Olimart Modular dan 90 untuk Bengkel Enduro Express. Dan tahun depan kami akan tambah menjadi 500,” jelasnya.   Andria menambahkan, ke depan, outlet itu tidak hanya dibangun di SPBU milik Pertamina Retail, tetapi juga bisa dibangun di SPBU Swasta dengan skema kerjasama bagi hasil. Meski begitu, Direktur Operasi PT.Pertamina Retail, Azwari yang turut menghadiri peresmian itu menyatakan pihaknya tidak keberatan apabila pengusaha SPBU swasta menawarkan penyewaan lahan untuk pembangunan outlet tersebut.   “Tidak apa-apa, kami akan sewa, selain akan menguntungkan pelanggan konsep ini akan menguntungkan pengsuaha SPBU swasta,” sambungnya. Ia berharap, dengan beroperasinya service point di SPBU maka akan memberikan kemudahan bagi konsumen dalam mendapatkan pelayanan dan produk Pertamina.

Artikel Terkait

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda