Pertamina EP Genjot Produksi Blok Sukowati

Pertamina EP Genjot Produksi Blok Sukowati
ilustrasi
Jakarta, TAMBANG – PT Pertamina EP ingin menaikkan produksi Minyak dan Gas Bumi (Migas) di blok Sukowati. Upaya menggenjot blok yang berada di Blora Jawa Tengah ini, akan dilakukan dengan beberapa program.   Diantaranya, mempercepat rencana kerja dengan menambah jumlah rig, melakukan kajian teknologi baru, dan melakukan pemboran produksi atau sumur injeksi.   Direktur Operasi dan Produksi Pertamina EP, Chalid Salim Said mengatakan, ada dua strategi yang akan ditempuh oleh Pertamina EP untuk menggenjot blok Sukowati. Yaitu, strategi jangka pendek dan jangka panjang.   Dalam jangka pendek, pihaknya akan menghidupkan kembali sumur-sumur yang mati, perbaikan artificial lifting, optimasi production facility, reparasi sumur, dry docking floating storage offloading Cinta Natomas.   “Dalam jangka panjangnya, kami merencanakan POD Phase 6 Sukowati,” ungkap Chalid, Kamis (24/5).   Asal tahu saja, berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 2800/13/MEM.M/2018 tanggal 17 Mei lalu, blok Sukowati mulai resmi dikelola oleh Pertamina EP. Sebelumnya, blok Sukowati dioperatori oleh Joint Operating Body-Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ),   Untuk menandai peralihan pengelolaan blok Sukowati tersebut, beberapa waktu lalu dilakukan seremonial sederhana yang diawali dengan Safari Ramadhan.  Serta pemberian santunan kepada sekitar 100 anak yatim piatu dari lingkungan sekitar wilayah Sukowati dan CPA Mudi.   Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari seluruh pihak terkait seperti PT Pertamina EP, PT PHE Tuban East Java, PT Petrochina, JOB PPEJ dan SKK Migas.    

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin