Pertamina Bangun Supply Point Khusus Pertalite di Makassar

Pertamina Bangun Supply Point Khusus Pertalite di Makassar Jakarta-TAMBANG- PT Pertamina (Persero) membangun supply point khusus Pertalite di TPBBM Makasassar. Pembangunan pangkalan khusus untuk Pertalite tersebut untuk memenuhi kebutuhan di Sulawesi Selatan yang mencapai hingha 100 KL per hari, sekaligus juga memangkas jalur distribusi pertalite ke seluruh SPBU di sulawesi Selatan. “Kita targetnya seluruh SPBU di Sulsel sudah bisa menjual Pertalite tahun ini terlebih dengan adanya supply point ini,” demikian disampaikan GM Pertamina MOR VII Tengku Badarsyah.( Kamis,19/02/2016). Sejauh ini jumlah SPBU yang menjadi rekanan Pertamina dalam mendistribusikan BBM semua varian di Sulsel sebanyak 189 unit, di mana 85 unit diantaranya telah melayani penjualan produk dengan reseach octane number (RON) 90 ini dan tersebar secara proporsial pada 24 kabupaten/kota. Lebih jauh Badarsyah menjelaskan, penguatan infrastruktur distrbusi di Terminal Penyimpanan BBM Makassar, mengikuti estimasi permintaan Pertalite di Sulsel yang diperkirakan naik hingga 10% tahun ini. Sesuai dengan perencanaan, fasilitas supply point akan dibangun pada TPBBM milik perseroan pada beberapa daerah di Regional Sulawesi yang dimulai dengan tahapan uji pasar. Badarsyah menjelaskan, supply point selanjutnya akan dibangun di TPPBM Donggala serta TPPM Bitung serta Gorontalo yang menjadi cakupan operasional Pertamina MOR VII. Pertalite merupakan varian baru dari produk BBM non subsidi yang diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen. Langkah ini juga terinspirasi oleh perkembangan teknologi kendaraan bermotor di Indonesia.

Artikel Terkait

Bahlil Lahadalia Dilantik Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Rangkap Menteri ESDM

Bahlil Lahadalia Dilantik Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Rangkap Menteri ESDM

Jakarta, TAMBANG — Bahlil Lahadalia mendapat mandat baru dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Bahlil dilantik sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus tetap menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan

By Rian Wahyuddin