Permen Kilang Minyak Mini Terbit Tahun Ini

Jakarta-TAMBANG. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyusun aturan terkait pembangunan kilang mini yang akan dibangun. Targetnya Peraturan Menteri itu beres pertengahan tahun ini. Direktur Jenderal Minyak dan Gas bumi Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengatakan Permen tersebut akan memperkuat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional. “Aturan kilang mini akan masuk ke dalam Permen, turunan dari Perpres Nomor 3 tahun 2016. Rencananya tahun ini selesai, kira-kira pertengahan tahun lah,” ujar Wiratmaja di Jakarta, Senin (7/3). Permen mengenai pembangunan kilang minyak mini ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi lapangan-lapangan marjinal dan diharapkan rampung pada tahun ini. Wiratmaja membeberkan, isi aturan itu terkait formula harga, kepastian pasokan dan insentif yang diperlukan dari daerah. “Kilang minyak mini ini akan dibangun di dekat mulut sumur lapangan-lapangan marjinal untuk menekan biaya produksi,” katanya. Saat ini, sambung Wiratmaja, sudah ada delapan cluster yang sudah di petakan oleh pihaknya. Yaitu, cluster I di Sumatera Utara dengan kapasitas produksi sebanyak 3.617 Barel oil per Day (Bopd), cluster II di Selat Panjang Malaka dengan kapasitas produksi, 4.427 Bopd, cluster III di Riau dengan kapasitas produksi 2.391 Bopd, lalu cluster IV di Jambi dengan kapasitas produksi sebanyak 1.914 Bopd. Kemudian, cluster V di Sumatera Selatan berkapasitas 3.947 Bopd dan cluster VI di Kalimantan Selatan sebanyak 3.539 Bopd. Kemudian, cluster VII di Kalimantan Utara sebanyak 8.059 Bopd serta cluster VIII dengan kapasitas produksi 3.641 Bopd. “Sebenarnya juga bisa lelang, dan tentu kami tetap prioritaskan Pertamina itu pola kebijakan yang sedang kami susun,” tukasnya.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin