Perkuat Nasionalisme Pelajar, PAMA Launching Sekolah Berwawasan Kebhinekaan dan Kebangsaan di Muara Enim 

Perkuat Nasionalisme Pelajar, PAMA Launching Sekolah Berwawasan Kebhinekaan dan Kebangsaan di Muara Enim 
Muara Enim, TAMBANG – Kontraktor pertambangan terbesar Indonesia, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) anyar berupa sekolah berwawasan kebhinekaan dan kebangsaan di SMAN 1 Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Selasa (28/2). Program yang diselenggarakan di area tambang PT Bukit Asam (PTBA) Site BTSJ-MTBU ini bertujuan untuk mendukung pendidikan dan pemahaman tentang kebhinekaan dan kebangsaan di kalangan siswa sekolah. Sekolah berwawasan kebhinekaan dan kebangsaan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian PAMA terhadap pendidikan di Indonesia dan juga sebagai wujud komitmen perusahaan dalam memajukan pendidikan di daerah sekitar perusahaan. Program ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatra Selatan khususnya Kabupaten Muara Enim. Security and External Relation Section Head PT PAMA Head Office (HO), Pangarsa Budi Utama mengatakan bahwa PAMA berkomitmen bersama dengan PTBA selaku costumer, terus ingin memberikan kontribusinya kepada pemerintah daerah untuk pembangunan berkelanjutan. Salah satunya melalui program CSR bidang pendidikan dengan sekolah berwawasan kebhinekaan dan kebangsaan. “Dengan dukungan dari pihak Pemda Muara Enim beserta jajaran, kegiatan kolaborasi bersama PTBA ini bertujuan untuk mendukung sustainable development goals (SDGS) atau tujuan pembangunan berkelanjutan. Di kabupaten Muara Enim, kami ada PAMA site MTBU dan BTSJ,” jelas Budi. SMA Negeri 1 Lawang Kidul adalah sekolah pertama di Sumatera Selatan yang menjadi binaan dari PT PAMA untuk mewujudkan sekolah berwawasan kebhinekaan dan kebangsaan. Acara peluncuran dihadiri oleh berbagai pihak, jajaran manajemen Head Office (HO) dan Site PT PAMA, perwakilan dari PTBA, pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Muara Enim, Tripika Kecamatan Lawang Kidul, serta juga para siswa dan guru SMAN 1 Lawang Kidul.
Security and External Relation Section Head PT PAMA Head Office (HO), Pangarsa Budi Utama memberi bantuan pendidikan secara simbolis kepada siswa SMAN 1 Lawang Kidul, Muara Enim yang berprestasi
Kepala sekolah SMAN 1 Lawang Kidul, Muhammad Aliyena, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh PAMA dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah yang Ia pimpin. “Kami berterima kasih kepada PT PAMA yang telah memilih sekolah kami,” ucap Aliyena. Ia berharap program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para siswa dan juga masyarakat sekitar. Ratusan Siswa Berprestasi Diberi Bantuan Pendidikan  Dalam kegiatan ini, PT PAMA memberikan bantuan pendidikan kepada seratus lima siswa berprestasi SMAN 1 Lawang Kidul. Serah terima dilakukan secara  simbolis oleh sembilan siswa guna menambah motivasi belajar untuk para siswa. Aksi korporasi yang dilakukan oleh PAMA turut diapresiasi Pemda Muara Enim. Dalam kesempatan itu, Bupati Muara Enim yang diwakli oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karmidi, mengatakan hahwa selama ini PT PAMA dan PTBA berperan besar dalam membantu membangun kualitas pendidikan di kabupaten Muara Enim. “Selama ini PAMA sudah mendukung untuk pembangunan pendidikan di sekitar perusahaan. Sehingga sekolah di Kecamatan Lawang Kidul, khususnya SD Negeri sudah mencapai 100 persen sekolah Adiwiyata. Ada yang tingkat daerah, Provinsi,Nasional, dan Adiwiyata Mandiri,” ungkap Karmidi. Sekolah berwawasan kebhinekaan dan kebangsaan ini diharapkan dapat memberikan pendidikan yang berfokus pada nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan, serta memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai keragaman budaya di Indonesia. Pada program tersebut, anak usaha United Tractors ini juga akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti berbagai kegiatan dan pelatihan yang dapat membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka.
Serah terima bantuan pendidikan PT Pamapersada Nusantara kepada 105 siswa berprestasi secara simbolis
Dengan adanya program ini, Perusahaan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar perusahaan, serta membantu meningkatkan kualitas pendidikan di area operasional perusahaan. Turut hadir Manajemen perusahaan di antaranya Deni Martana, Social Responsibility and General Service Departemen Head, Wan Zul Eflaini CSR Officer, Joko Budi Santoso CSR Officer, Harris Ramadhan Human Capital Development Officer, serta Aditya Aksani Taqwim, External Relation Officer.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin