Perilaku Konsumen Bergeser, Permintaan BBM Berkualitas Tinggi Meningkat

JAKARTA – Permintaan konsumen terhadap bahan bakar minyak (BBM) berkualitas tinggi seperti pertalite dengan kadar oktan (research octane number/RON) 90 dan pertamax dengan RON 92 terus meningkat. Hal ini menyebabkan penurunan konsumsi BBM jenis premium dengan RON 88 di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan konsumen di Indonesia saat ini mulai sadar bahwa premium itu kadar oktannya paling rendah dengan kualitas yang buruk. Apalagi, di dunia BBM dengan kadar oktan 88 sudah tidak diperjualbelikan. Dengan selisih harga yang kecil dan makin mengecil, akhirnya konsumen memilih BBM dengan kualitasnya lebih baik.

“Perilaku konsumen seperti ini mulai kelihatan, khususnya di kota-kota. Permintaan terhadap BBM dengan kualitas yang lebih tinggi dari premium semakin besar. Pengguna sepeda motor misalnya, banyak yang memilih pertamax,” ujarnya.

Harga premium, pertalite dan pertamax saat ini memang tidak berselisih jauh. Jika premium dibanderol Rp6.450 per liter di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), maka pertalite sebesar Rp6.900 per liter dan pertamax Rp7.350 per liter.

Berdasarkan data PT Pertamina (Persero) konsumsi BBM jenis pertalite dan pertamax series meningkatkan signifikan dalam tiga bulan terakhir. Saat bersamaan, penggunaan premium turun dan tinggal 40% dari konsumsi gasoline secara nasional. Total premium di pasar gasoline nasional yang tadinya 79% di pertengahan tahun lalu sekarang sudah turun jauh tinggal sekitar 40%.

Peningkatan penjualan pertamax maupun pertalite terjadi saat libur panjang, seperti di Idul Fitri yang mencatat kenaikan empat kali lipat untuk pertamax. Permintaan pertalite juga naik tiga kali lipat. Pada libur Idul Adha lalu, penjualan pertamax juga naik sekitar 11%.

Data penyaluran BBM pada periode Agustus 2016 yang sebelumnya dirilis Pertamina menunjukkan pertalite saat ini telah mengambil porsi sebesar 20,5% dari total konsumsi BBM dengan capaian sebesar 20 ribu kiloliter (kl) per hari atau naik 462% dari konsumsi Januari 2016 sebanyak 4.500 kl.

Kenaikan konsumsi juga dialami pertamax, mencapai 15,8% dengan penyerapan sekitar 15 ribu kl per hari atau naik 226% dari konsumsi pada Januari 2016 yakni 5.000 kl. Sementara itu, penyaluran BBM jenis premium turun 13% dari 70 ribu kl perhari pada awal 2016 menjadi 56 ribu kl atau 63,4% dari total konsumsi BBM.(***)

Artikel Terkait

Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Cipta Kridatama Perkuat Komitmen ESG, Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bagikan 200 Paket Sembako di Kalsel

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Kridatama (CK) menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan membagikan 200 paket sembako kepada masyarakat di Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini menyasar warga dari 17 desa, terutama kelompok lanjut usia dan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Kegiatan yang berlangsung di

By Rian Wahyuddin
Komatsu HD785-7 Hybrid EREV Mulai Diuji di Tambang Kideco, Bidik Efisiensi BBM dan Penurunan Emisi

Komatsu HD785-7 Hybrid EREV Mulai Diuji di Tambang Kideco, Bidik Efisiensi BBM dan Penurunan Emisi

Jakarta, TAMBANG – PT United Tractors Tbk (United Tractors) mendukung pengembangan teknologi elektrifikasi alat berat melalui uji lapangan Komatsu HD785-7 Hybrid EREV, rigid dump truck berkapasitas kelas 100 ton. Pengujian ini berlangsung di wilayah pertambangan PT Kideco Jaya Agung (Kideco), dengan kegiatan operasional yang dikelola oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)

By Rian Wahyuddin