PERHAPI PD Kaltim Dorong Implementasi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Sektor Tambang

PERHAPI PPM
Istimewa

Jakarta, TAMBANG – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia Perwakilan Daerah Kalimantan Timur (PERHAPI PD Kaltim) mendorong implementasi kewajiban Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sektor pertambangan.

Hal ini disampaikan dalam seminar tambang bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) Universitas Mulawarman dengan tema“Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebagai Kewajiban Perusahaan dalam Aspek Sosial”. Kegiatan berlangsung di Gedung Hexagon Universitas Mulawarman, Samarinda pada hari Kamis, 13 Maret 2025.

Ketua Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman (UNMUL), Revia Oktaviani menyatakan bahwa seminar tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) merupakan salah satu kegiatan dari mata kuliah pilihan di Program Studi Teknik Pertambangan UNMUL. Seminar ini menghadirkan narasumber dari perusahaan yang telah menerapkan PPM dengan baik serta memperoleh penghargaan dari pemerintah.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran langsung mengenai tanggung jawab sosial perusahaan terhadap desa atau masyarakat sekitar area tambang serta bagaimana penerapannya di lapangan,” ujar Revia.

Supt. Community Development PT Multi Harapan  Utama (MHU), Muslim Gunawan menyebut bahwa program PPM ini harus dilaksanakan sesuai dengan dokumen Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) yang telah dibuat dan mengacu pada dokumen Blue Print PPM Sektor Pertambangan Provinsi Kalimantan Timur, sedangkan Teguh Vrendi WN, Community Development Supt PT Indominco Mandiri  (IMM) mengatakan bahwa program PPM diharapkan bisa memberikan dampak keberlanjutan, tidak hanya program itu bisa dirasakan saat ini saja melainkan juga bernilai manfaat hingga generasi selanjutnya.

“Salah satu contoh program yang dilakukan di IMM adalah penyediaan air bersih yang dikelola secara profesional oleh Masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa),” ucap Teguh.

Peringati Hari Perempuan Internasional, Tectona Mitra Utama Tegaskan Inklusivitas di Lingkungan Kerja

Sementara Ketua PERHAPI PD Kaltimm Ahmad Helmy berpendapat bahwa setiap Perusahaan wajib melaksanakan dan menerapkan PPM di sekitar tambang sesuai dengan Kepmen Nomor 1824 K/30/MEM/2018  tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) ,seperti Pendidikan, kesehatam, pendapatan riil,kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, kelembagaan,infrastruktur penunjang PPM.

“PPM ini merupakan aspek sosial yang sangat penting dan perusahaan harus mensupport program-program yang berkelanjutan sehingga akan membuat masyarakat lebih mandiri dan dalam pelaksanaanya  harus dievaluasi secara independen untuk menilai tingkat keberhasilan PPM,” jelas Ahmad Helmy.

Seminar dihadiri oleh 188 orang terdiri dari Profesional pekerja tambang di sekitar Kalimantan Timur, Mahasiswa Teknik Pertambangan, Mahasiswa Teknik Geologi, Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Mulawarman. Seminar ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman lebih mendalam mengenai kewajiban perusahaan dalam aspek sosial, khususnya dalam penerapan program PPM yang berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat sekitar tambang.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin