Penjualan Mineral Bakal Dipantau Pemerintah Pakai Aplikasi

Penjualan Mineral Bakal Dipantau Pemerintah Pakai Aplikasi

Tangerang, TAMBANG – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) meluncurkan aplikasi Modul Verifikasi Penjualan (MVP). Aplikasi ini akan dipakai untuk memantau penjualan mineral.

Direktur Jenderal Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Bambang Gatot Ariyono mengatakan, MVP merupakan salah satu aplikasi yang diinisiasi Kementerian ESDM untuk meningkatkan akurasi data penjualan mineral yang selama ini dinilai masih simpang siur.

“Kita selalu dibenturkan dengan data-data yang tidak sama. Data Beacukai, Badan Pusat Statistik, Kementerian Perdagangan berbeda. Ini tidak boleh terjadi lagi. Saya sudah minta kepada kawan-kawan di (Ditjen) Minerba bagaimana mensinkronkan data-data tersebut,” kata Bambang pada peluncuran MPV di Hotel Aryaduta Karawaci, Tangerang, Senin (2/12).

Kehadiran aplikasi yang terintegrasi ini diharapkan menghindari dari interpretasi data yang beragam sehingga meminimalisir persepsi penyelewengan kebijakan.

“Kalau datanya berbeda, interpretasinya macam-macam. Layanan online akan menghindari manipulasi atau KKN,” tutur Bambang.

Peluncuran MVP, jelas Bambang, merupakan salah satu upaya Kementerian ESDM meningkatkan pelayanan dan pengawasan kepada pelaku usaha sektor pertambangan.

“Seperti saya sampaikan, kita bertahap semoga ini makin lama tambah banyak sehingga perusahaan terlayani dengan baik. Selain itu, kita meningkatkan pembinaaan dan pengawasan. Kita melayani investor tapi juga melakukan pembinaan karena itu memang tugas Pemerintah,” tegasnya.

Aplikasi MVP terntegrasi dengan pelayanan sistem online lainnya, seperti e-PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), Minerba One Map Indonesia (MOMI), Minerba One Data (MODI) dan Minerba Online Monitoring System (MOMS).

“Aplikasi tersebut menjadi cikal bakal untuk sistem MVP. Kalau Bapak-Bapak lewat (mengisi) salah satu, maka tidak bisa berproduksi karena tidak mendapatkan Laporan Hasil Produksi (LHP),” ujar Bambang.

Pemerintah memberi tenggat waktu kepada perusahaan tambang mineral hingga 1 Januari 2020 untuk mulai menggunakan aplikasi tersebut.

“Ini masih ada masa transisi beberapa hari buat sosialisasi dan semacamnya,” ungkap Bambang.

Secara keseluruhan, melalui aplikasi MVP, pengawasan kegiatan penjualan mineral diverifikasi secara berjenjang, mulai dari hulu sampai dengan hilir. Pengawasan dilakukan untuk setiap transaksi serah terima barang melalui pengawasan online, yang mencakup antara lain administrasi asal mineral, kualitas, kuantitas, PNBP, serta tujuan penjualan.

Dari aplikasi MVP ini, perusahaan tambang akan memperoleh Laporan Hasil Verifikasi (LHV), yang dicetak melalui sistem sesuai dengan data-data terkait penjualan, diisi oleh petugas penyurvei untuk setiap transaksi.

Menurut Bambang, aplikasi ini akan mempercepat ketersediaan data transaksi penjualan, dan mempermudah perhitungan PNBP atau royalti final sehingga meminimalkan kurang bayar.

Pada saat yang bersamaan, Kementerian ESDM juga meluncurkan aplikasi terhadap pengawasan kegiatan ekplorasi mineral, yaitu Exploration Monitoring System (EMS) dan Exploration Data Warehouse (EDW).

Artikel Terkait

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

London, TAMBANG – PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan jasa pertambangan ini meraih penghargaan Bronze dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2026 melalui penerapan komunikasi strategis dalam mendukung transformasi digital perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Best Use of Measurement for Internal Communications

By Rian Wahyuddin
Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin