Penjualan Batu Bara PTBA 2014 Naik Tipis

Penjualan Batu Bara PTBA 2014 Naik Tipis

Jakarta – TAMBANG. Sepanjang tahun 2014 penjualan batubara PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) tidak mencapai target. Dari target awal 24,7 juta ton, pencapainnya hanya sebesar 18 juta ton, naik tipis dari tahun 2013 sebesar 17,8 juta ton.

“Realisasi penjualan unaudited PTBA kurang lebih 18 juta ton. Walaupun jumlah penjualan sama, tapi PTBA mengalami peningkatan kinerja sedikit dibanding 2013,” sebut Joko Pramono, Sekretaris Perusahaan PTBA, Kamis (15/1).

Penjualan stagnan disebabkan oleh pembangunan rel ganda (double track) kereta api dari Tanjung Enim menuju Prabumulih yang molor dari rencana. Tadinya, angkutan kereta api tersebut ditargetkan rampung di 2014. Namun, jalur kereta api tersebut baru bisa selesai di semester pertama tahun ini.

Dengan adanya jalur angkutan kereta api Tanjung Enim-Prabumulih tersebut, Joko yakin pihaknya mampu mencatatkan peningkatan penjualan di 2015. Sehingga, PTBA menargetkan kenaikan volume penjualan menjadi 24 juta ton di tahun ini.

Joko menyadari, harga komoditas masih akan tertekan di 2015. Meski begitu, PTBA berusaha bertahan dengan melakukan beberapa upaya optimasi. Joko menyebut, PTBA akan menyelamatkan perseroan dengan aksi korporasi seperti akuisisi dan pengembangan bisnis.

Artikel Terkait

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Hadirkan 280+ Perusahaan Global

Jakarta, TAMBANG – Sektor ketenagalistrikan Indonesia tengah memasuki fase transformasi yang penting. Peningkatan permintaan listrik, integrasi energi terbarukan, modernisasi jaringan, digitalisasi, serta meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri dan pusat data mendorong kebutuhan akan sistem ketenagalistrikan yang semakin andal, fleksibel, dan tangguh. Dalam konteks tersebut, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect

By Rian Wahyuddin
Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Bos Perminas Buka-Bukaan Tantangan Pengembangan Logam Tanah Jarang di Dalam Negeri

Jakarta, TAMBANG – Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), Gilarsi Wahju Setijono mengungkap sejumlah tantangan pengembangan komoditas logam tanah jarang (LTJ) di dalam negeri. Saat ini, Perminas sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) LTJ eksplorasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Mamuju, Sulawesi Barat. Kata Gilarsi, tantangan

By Rian Wahyuddin