Pendapatan Perdana Merdeka Gold Resources Sentuh USD2,6 Juta

PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR/IDX:EMAS) berhasil membukukan pendapatan perdana atau kuartal I 2026 sebesar USD2,6 juta atau setara sekitar Rp46,70 miliar (kurs kurs Rp17.962,00 per dollar).

Pendapatan Perdana Merdeka Gold Resources Sentuh USD2,6 Juta

Jakarta, TAMBANG – PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR/IDX:EMAS) berhasil membukukan pendapatan perdana atau kuartal I 2026 sebesar USD2,6 juta atau setara sekitar Rp46,70 miliar (kurs kurs Rp17.962,00 per dollar).

Pendapatan ini setelah MGR mencatatkan penjualan emas perdana pada Maret 2026. EBITDA tercatat negatif USD1 juta, sementara rugi bersih setelah kepentingan minoritas mencapai USD10,9 juta.

Kinerja tersebut mencerminkan profil keuangan yang wajar bagi operasi tambang yang baru memasuki tahap produksi, dengan kontribusi penjualan yang baru tercatat sebagian pada kuartal berjalan, serta beban keuangan terkait revolving credit facility Perseroan.

Seiring peningkatan volume produksi dan penjualan secara bertahap dalam fase ramp-up, EMAS memperkirakan kinerja keuangan akan membaik pada kuartal berikutnya.

“Kuartal I 2026 merupakan periode penting bagi EMAS, seiring keberhasilan Tambang Emas Pani melakukan first gold pour pada Februari 2026 dan menyelesaikan penjualan emas perdana pada Maret 2026,” ungkap Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke P. Abidin dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (3/7).

Sepanjang periode tersebut, Pani memproduksi 1.818 ounces emas dan 3.500 ounces perak, serta mencatatkan penjualan emas perdana sebesar 516 ounces.

“Capaian ini menandai awal transisi kami menjadi perusahaan produsen emas dan menjadi fondasi penting bagi fase ramp-up Pani ke depan,” imbuhnya.

Tambang Emas Pani turut memperoleh manfaat dari kondisi harga emas yang mendukung sepanjang kuartal tersebut, dengan harga jual rata-rata sebesar USD5.123 per ounce emas. Biaya tunai tercatat sebesar USD969 per ounce di luar royalti, atau USD1.202 per ounce termasuk royalti, sehingga menghasilkan margin tunai sebesar USD3.921 per ounce pada fase awal ramp-up.

All-in sustaining cost (“AISC”) tercatat sebesar USD4.463 per ounce di luar royalti, atau USD4.696 per ounce termasuk royalti. Tingginya AISC mencerminkan tahap awal produksi, ketika biaya sustaining dan pengeluaran terkait ramp-up masih diserap oleh basis produksi yang terbatas. EMAS memperkirakan biaya per unit akan berangsur normal seiring peningkatan volume produksi Tambang Emas Pani.

Tambang Emas Pani tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target produksi 100.000 hingga 115.000 ounces emas pada 2026, sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (“RKAB”) yang telah disetujui.

Panduan biaya tunai berada pada kisaran USD900 hingga USD1.100 per ounce, sementara panduan AISC berada pada kisaran USD1.300 hingga USD1.450 per ounce, keduanya di luar royalti dan kredit perak. Produksi perak sebagai produk sampingan diperkirakan mencapai 100.000 hingga 200.000 ounces pada 2026.