Pendapatan GEMS Semester I 2015 Turun 25,21%.

Pendapatan GEMS Semester I 2015 Turun 25,21%.
Jakarta – TAMBANG. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengalami penurunan pendapatan sebesar 25,21% secara year on year, dari US$222,06 juta menjadi US$166,07 juta sepanjang semester 1 2015. Namun,  laba periode berjalan perseroan yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk naik sebesar US$5,12 juta atau 9,05% year on year.   Seperti yang dilaporkan ke Bursa pada Jum’at (14/8), Perseroan juga mampu memangkas beban pokok penjualan hingga 32,26% dari US$148,46 juta menjadi US$100,55 juta. Selain itu beban usaha juga ditekan sebesar 17,53% dari US$64,24 juta ke posisi US$52,97 juta.   Produksi GEMS semester 1 2015 sebesar 3,67 juta ton. Sedangkan jumlah aset semester 1 2015 naik menjadi US$335,21 juta dari tahun 2014 sebesaR us$327,96 JUTA.   Tahun 2015 GEMS mengincar pendapatan Rp4 triliun –Rp5 triliun, mirip dengan pendapatan tahun 2014.

Artikel Terkait

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin
Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Tekan Ketergantungan pada Impor, Pertamina Lubricants Luncurkan Katalis FCC/RFCC untuk Efisiensi Kilang

Jakarta,TAMBANG,- Demi mengurangi ketergantungan impor dan mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional,  PT Pertamina Lubricants (PTPL) bersama PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis. Produk ini merupakan hasil pengembangan kolaborasi antar riset Pertamina Group, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC).  Dijelaskan pula bahwa

By Egenius Soda