Pemerintah Targetkan Pembangunan PLTN 500 MW di Kalbar dan Babel Tahun 2027

Pemerintah, melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, siap membangun PLTN mulai 2027 di Kalimantan Barat dan Bangka Belitung.

Pemerintah Targetkan Pembangunan PLTN 500 MW di Kalbar dan Babel Tahun 2027
Ilustrasi PLTN. Sumber: Freepik.

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kesiapan untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Pembangunan proyek tersebut ditargetkan mulai pada 2027 dan direncanakan berlokasi di Kalimantan Barat (Kalbar) serta Bangka Belitung (Babel).

“Kita menargetkan PLTN bisa beroperasi pada 2032. Artinya, kalau waktu pembangunan sekitar lima tahun, maka pada 2027 keputusan harus sudah diambil. Untuk tahap awal, lokasi yang dipersiapkan antara lain Bangka Belitung dan Kalimantan Barat, masing-masing sekitar 250 megawat (MW),” ungkap Airlangga dalam FGD UGM Nuclear Readiness Forum 2026: Forum Commitment to Execution: Advancing Indonesia’s Nuclear Power Program di Jakarta, dikutip Kamis (23/4).

Dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), pemerintah menargetkan sekitar 8 persen bauran energi pada 2060 berasal dari energi baru dan terbarukan, termasuk nuklir.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi sumber daya yang cukup besar untuk mendukung pengembangan energi nuklir, dengan cadangan lebih dari 5.000 ton uranium dan sekitar 4.700 ton thorium.

“Dalam RUEN, target kita pada 2060, sekitar 8 persen berasal dari energi baru dan terbarukan, termasuk nuklir. Indonesia juga memiliki cadangan lebih dari 5.000 ton uranium dan sekitar 4.700 ton thorium,” imbuh dia.

Menurutnya, kesiapan Indonesia dalam membangun PLTN juga didukung oleh regulasi dan infrastruktur. “Dari sisi persyaratan PLTN, kita sudah menguasai 16 dari 19 aspek. Selain itu, Presiden telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2025, sehingga infrastruktur regulasi dan kelembagaan sudah disiapkan,” ujarnya.

Dengan berbagai pernyataan tersebut, sinyal kesiapan pembangunan PLTN di Indonesia semakin kuat. Namun, keberhasilan implementasinya tetap akan sangat bergantung pada kesiapan sosial, kepercayaan publik, serta konsistensi kebijakan dalam jangka panjang.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin