Pemerintah Serius Substitusi LPG ke CNG, Implementasi Dimulai di Jawa Tahun Ini

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Kementerian ESDM siap melakukan substitusi liquefied petroleum gas (LPG) ke compressed natural gas (CNG).

Pemerintah Serius Substitusi LPG ke CNG, Implementasi Dimulai di Jawa Tahun Ini
Dokumentasi: Rian/TAMBANG.

Jakarta, TAMBANG — Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Kementerian ESDM siap melakukan substitusi liquefied petroleum gas (LPG) ke compressed natural gas (CNG). Program ini rencananya mulai diimplementasikan secara bertahap di sejumlah kota besar di Pulau Jawa pada tahun ini.

“(Proses implementasi dilakukan) bertahap di kota-kota pusat di Jawa, tahun ini,” ungkap Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman usai menghadiri Talkshow & Press Conference APLCNGI x ASPEBINDO dengan tema CNG & LNG untuk Rakyat: Solusi Nyata Substitusi LPG dan Kedaulatan Energi Nasional di Jakarta, Selasa (5/5).

Laode menyampaikan bahwa langkah awal yang menjadi prioritas utama adalah memastikan aspek keselamatan.

“Sebelum masuk ke tahap implementasi, Pak Menteri sudah menugaskan kami agar yang paling penting disiapkan adalah aspek keselamatan atau safety. Itu yang utama,” ujarnya.

Selain faktor keselamatan, pemerintah juga memastikan kesiapan teknologi dan infrastruktur pendukung, termasuk tabung serta perangkat converter. Sistem yang dikembangkan dirancang agar mudah digunakan oleh masyarakat tanpa menambah beban biaya.

“Converter yang digunakan harus plug and play, tidak menyebabkan beban tambahan bagi masyarakat. Bahkan didesain sedemikian rupa agar kompor yang ada tidak perlu diganti. Jadi dari sebelumnya menggunakan LPG, nantinya bisa langsung beralih ke CNG,” jelasnya.

Terkait peta jalan (roadmap), Laode mengakui bahwa detailnya belum diumumkan secara resmi oleh Menteri ESDM. Namun, arah kebijakan sudah jelas, yakni mengurangi ketergantungan terhadap LPG dan menggantinya dengan CNG secara bertahap.

“Intinya ke depan kita akan mereduksi penggunaan LPG dan menggantinya dengan CNG,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (ASPEBINDO), Anggawira, menilai bahwa industri dalam negeri sebenarnya sudah memiliki kapasitas untuk mendukung program tersebut. Ia mencontohkan pengembangan mini LNG yang telah dilakukan oleh pelaku usaha nasional.

“Di dalam negeri sudah bisa memproduksi. Kami juga pernah bersama Ditjen Migas melihat langsung pengembangan mini LNG dengan teknologi Galileo. Bahkan sudah bisa dibuat tabung-tabung dan disalurkan ke pasar seperti hotel dan restoran, misalnya di Bali,” ungkap Anggawira.

Menurutnya, sinergi antara pelaku usaha yang tergabung dalam APSR dan pemerintah menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan industri energi domestik. “Kami ini ibarat saudara, saling mendorong dan memperkuat agar pengusaha dalam negeri bisa berkembang,” katanya.

Namun demikian, Anggawira juga menyoroti perlunya penyesuaian regulasi untuk menciptakan iklim usaha yang lebih adil. Ia menilai saat ini masih terdapat keterbatasan bagi pelaku usaha dalam memasarkan produk gas yang diproduksi di dalam negeri.

“Perlu ada revisi aturan, terutama terkait perdagangan, agar bisa memberikan insentif. Tidak fair ketika CNG atau LNG yang diproduksi di dalam negeri justru tidak bisa dipasarkan secara mandiri,” pungkasnya.

Artikel Terkait

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

KPP MINING Raih Penghargaan Internasional Berkat Transformasi Digital Berbasis Change Management

London, TAMBANG – PT Kalimantan Prima Persada (KPP MINING) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Perusahaan jasa pertambangan ini meraih penghargaan Bronze dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2026 melalui penerapan komunikasi strategis dalam mendukung transformasi digital perusahaan. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Best Use of Measurement for Internal Communications

By Rian Wahyuddin
Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jurnalis Majalah TAMBANG Raih Penghargaan Minerba Educreative Competition 2026 Kategori Lomba Jurnalistik

Jakarta, TAMBANG – Jurnalis Majalah TAMBANG, Rian Wahyudin, meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 pada kategori Lomba Karya Jurnalistik untuk Wartawan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat subsektor mineral dan batu

By Fahmi Adam
Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Tegaskan Komitmen Kepatuhan, PTBA Raih Penghargaan PNBP dari Kementerian ESDM dalam Minerba Convex 2026

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk atau PTBA kembali menunjukkan capaian positif atas komitmennya terhadap kepatuhan pelaksanaan peraturan negara. Capaian ini diraih melalui penghargaan pada kategori Kepatuhan Pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM dalam acara Mineral & Batubara Convention - Expo

By Rian Wahyuddin
Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Minerba Convex 2026 Ditutup, Ditjen Minerba Apresiasi Kinerja Badan Usaha dan Umumkan Pemenang Educreative Competition

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha pertambangan serta insan ESDM yang berkontribusi dalam pengelolaan pertambangan dan penanganan bencana. Penghargaan tersebut disampaikan pada penutupan Minerba Convex 2026 di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11)

By Rian Wahyuddin