Pemerintah Kaji Kenaikan Target Produksi Batu Bara 2026

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan kenaikan volume produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 menyusul arahan Presiden dalam rapat Kabinet.

Pemerintah Kaji Kenaikan Target Produksi Batu Bara 2026
Ilustrasi: salah satu tambang batu bara di Kalimantan Selatan (Kalsel). Dokumentasi: Rian/TAMBANG.

Jakarta, TAMBANG — Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengkaji kenaikan volume produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 menyusul arahan Presiden dalam rapat Kabinet.

Dalam rapat tersebut, pemerintah melaporkan sejumlah perkembangan strategis, termasuk respons terhadap dinamika harga bahan bakar minyak (BBM) dan dampaknya terhadap komoditas. Kata Airlangga, Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta agar produksi batu bara dapat ditingkatkan guna merespons kondisi tersebut.

“Barusan rapat dengan Bapak Presiden, tadi dilaporkan dalam rapat, arahan Bapak Presiden agar volume produksi batu bara bisa ditingkatkan,” ujar Airlangga, dikutip dalam YouTube Sekretariat  Presiden, Sabtu (21/3).

Peningkatan produksi tersebut akan diikuti dengan penyesuaian dalam RKAB perusahaan tambang. “Artinya akan ada perbaikan terkait RKAB,” lanjutnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengkaji kebijakan tambahan terkait sektor batu bara ekspor, terutama menyusul adanya kenaikan harga komoditas yang berpotensi memberikan keuntungan lebih bagi pelaku usaha.

“Dengan adanya tambahan harga, maka terhadap batu bara akan dihitung terkait dengan pajak ekspor,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, besaran pajak ekspor batu bara akan dikaji lebih lanjut oleh tim terkait. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor batu bara.

“Harapannya, pendapatan pemerintah naik dengan adanya windfall profit, sehingga ada tambahan penerimaan negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan produksi batu bara dalam RKAB sekitar 600 juta ton. Angka ini lebih rendah dibandingkan target produksi pada tahun-tahun sebelumnya.

Wacana tersebut memantik reaksi publik, khususnya dari pelaku usaha pertambangan batu bara, termasuk khawatir terhadap keandalan pasokan domestik bagi kebutuhan kelistrikan nasional.

Artikel Terkait

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Jakarta, TAMBANG - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada Kasmari (63 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Beringin Agung, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, yang saat ini tengah menjalani pengobatan limfoma non-Hodgkin. Penyakit

By Rian Wahyuddin
Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Jakarta,TAMBANG,- Kinerja moncer berhasil dibukukan perusahaan kontraktor tambang, PT Samindo Resources Tbk (“Perseroan”). Emiten berkode MYOH ini berhasil membukukan akselerasi kinerja operasional dan lonjakan profitabilitas yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penguatan ini ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan. Perusahaan mencatat kinerja

By Egenius Soda
Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) agar manfaat kegiatan pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor

By Rian Wahyuddin
Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong pengembangan industri hilirisasi mineral di Indonesia agar tidak berhenti pada produksi bahan setengah jadi. Karena itu, Pemerintah berencana mengevaluasi pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk antara untuk meningkatkan nilai tambah di

By Rian Wahyuddin