Pemerintah Harus Genjot DMO Bijih Nikel

RKAB NIKEL
IIlustrasi: Proses penambangan bijih nikel ANTAM.
Jakarta, TAMBANG – Pengusaha smelter yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I), meminta pemerintah serius menggenjot pasokan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO), khususnya soal bijih nikel. Pasalnya banyak pengusaha smelter nikel yang kesulitan mendapat pasokan bahan baku bijih nikel.   Anggota AP3I yang juga General Affair Manager PT Smelting, Sapto Hadi Prayetno, mengungkapkan, hampir semua anggota AP3I mencatat, kendala operasional perusahaan adalah pasokan bahan baku dalam negeri.   “Suplai bijih nikel untuk smelter independent sulit,” katanya saat menghadiri acara di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (7/2).   Maksud Sapto soal smelter independent, ialah, perusahaan yang hanya memiliki smelter dan tidak terlibat dalam aktivitas penambangan. Berbeda dengan perusahaan plat merah PT Aneka Tambang (Antam), yang memiliki fasilitas dari mulai hulu hingga hilir, sehingga tidak kerepotan dalam memenuhi kebutuhan bahan baku.   Oleh karena itu, Sapto meminta pemerintah agar mengawasi realisasi DMO, yang ditargetkan mencapai 25 persen di tahun ini.   Selain itu, Sapto juga mengingatkan pemerintah soal relaksasi bagi perusahaan tambang. Menurutnya, pengapalan bijih nikel yang hanya kadar rendah, sangat sulit diawasi.   “Tidak ada jaminan bahwa hanya biji nikel kadar rendah yang diekpor,” tandasnya.   Tercatat, sejak Januari 2017, pemerintah telah membuka keran ekspor mineral, tapi hanya khusus mineral kadar rendah.   “Verifikasi ekspor nikel kadar di bawah 1,7 persen oleh surveyor harus benar-benar dijalankan,” tutupnya. (muflihun hidayat)

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin