Pemerintah Dorong Lahan Bekas Tambang Jadi Lumbung Ketahanan Pangan Dan Energi

Pemerintah Dorong Lahan Bekas Tambang Jadi Lumbung Ketahanan Pangan Dan Energi
Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dyah Murtiningsih

Jakarta, TAMBANG – Pemerintah mendorong pemanfaatan area reklamasi lahan bekas tambang untuk mendukung target ketahanan pangan, energi, dan air. Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dyah Murtiningsih mengatakan, reklamasi tidak hanya berfokus pada pemulihan lahan kritis, tetapi juga harus diarahkan untuk memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Rehabilitasi maupun reklamasi ini harus benar-benar melihat kepada faktual atau kondisi fisik, ekonomi, dan sosial yang ada. Hasil hutan selain harus sesuai dengan fungsi kawasannya, dengan lahan atau tapaknya, juga harus sesuai dengan nilai ekonomi dan akses pasar. Produknya bisa buah-buahan, rempah, dan lainnya,” ungkapnya dalam Forum Reklamasi Hutan Pada Lahan Bekas Tambang (FRHLBT), di Jakarta, Kamis (6/3).

Lebih lanjut, sambung Dyah, reklamasi lahan bekas tambang menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mencapai swasembada pangan, energi, dan air dalam kebijakan nasional 2025-2029. Untuk itu, Pemerintah menerapkan skema klasterisasi komoditas guna memastikan tanaman yang dikembangkan sesuai dengan kondisi lahan dan memiliki akses pasar yang baik.

“Clustering komoditas tanaman berdasarkan kesamaan jenis atau memiliki kemiripan karakteristik tempat tumbuh atau karakteristik produk, yang digunakan dalam rehabilitasi hutan dan lahan untuk tujuan mencapai sasaran ketahanan pangan dan kelestarian hutan berjalan beriringan,” tandas Dyah.

Khusus untuk target swasembada energi, reklamasi lahan bekas tambang diharapkan mampu menjadi lumbung baru bagi pengembangan energi baru terbarukan, seperti biomassa dan bioetanol. Pemerintah tengah menginventarisasi lokasi-lokasi yang potensial untuk dikembangkan sebagai sumber energi berbasis hutan.

Sejauh ini, Pemerintah mencatat terdapat 12,7 juta hektare lahan kritis yang masuk dalam Rencana Umum Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RURHL). Dari jumlah tersebut, 5,8 juta hektare berada di luar kawasan hutan dan 6,5 juta hektare berada dalam kawasan hutan, yang mana sebanyak 2,9 juta hektare telah memiliki izin pemanfaatan, sementara 3,6 juta hektare lainnya masih belum berizin.

“Pemerintah melihat ini sebagai ruang yang bisa dioptimalkan untuk kegiatan rehabilitasi,” pungkas Dyah.

Artikel Terkait

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Soal Afiliasi-Anak Usaha Jasa Tambang Wajib Kantongi Izin Menteri, ASPINDO Soroti Isu Transfer Pricing

Jakarta, TAMBANG — Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menilai penggunaan anak perusahaan atau perusahaan afiliasi sebagai kontraktor jasa pertambangan tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan praktik transfer pricing. Hal tersebut disampaikan menyusul terbitnya aturan baru Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penggunaan anak perusahaan dan/atau afiliasi dalam jasa

By Rian Wahyuddin
Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Bangun Gudang di Osowilangun Surabaya, CKB Perkuat Konektivitas Industri hingga Indonesia Timur

Jakarta, TAMBANG — PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistics) menghadirkan fasilitas pergudangan terintegrasi di Osowilangun, Surabaya. Aksi ini sebagai penghubung bagi industri logistik di Jawa Timur, dan konektivitas penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur. “Fasilitas Osowilangun bukan sekadar ruang gudang. Fasilitas ini merupakan simpul yang menghubungkan kebutuhan industri Jawa Timur

By Rian Wahyuddin
Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, PTBA Raih Apresiasi Waste4Change

Jakarta, TAMBANG — PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, meraih apresiasi dari Waste4Change melalui kategori Strategic Partnership & Innovation Award atas inisiatif dalam proyek Jasa Konsultan Studi Pendahuluan dan Penyusunan Detail Engineering Design (DED) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Apresiasi tersebut diberikan dalam

By Rian Wahyuddin