Pemerintah dan DPR RI Sepakati Asumsi Dasar Makro Sektor ESDM RAPBN 2019

Pemerintah dan DPR RI Sepakati Asumsi Dasar Makro Sektor ESDM RAPBN 2019
Menteri ESDM Ignasius Jonan dan jajaran pejabat Kementerian ESDM saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI
Jakarta, TAMBANG – Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) menyepakati asumsi dasar makro sektor ESDM yang diusulkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2019.   Kesepakatan yang diambil saat Rapat Kerja dengan DPR RI, pada Senin (179) ini, dipimpin Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu dan dihadiri oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, para pejabat eselon I di lingkungan Kementerian ESDM, Kepala BPH Migas dan Kepala SKK Migas serta perwakilan dari PT Pertamina dan PT PLN.   “Ini yang sudah kami (DPR RI) putuskan Pak Menteri. Saya kira setelah melalui pembahasan yang maraton,” ujar Gus Irawan dalam rapat kerja Menteri ESDM dengan Komisi VII DPR RI di Gedung Senayan DPR RI Jakarta, dalam keterangan resminya, Selasa (18/9).   Asumsi Indonesian Crude Price (ICP) ditetapkan sebesar USD70 per barel. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan ICP APBN 2018 yang hanya dipatok USD48, menyusul dinamika harga minyak dunia yang turut mengalami kenaikan.   Sementara lifting migas ditetapkan 2.025 ribu barel setara minyak per hari, terdiri dari lifting minyak 775 barel per hari (bph) dan lifting gas bumi 1.250 barel setara minyak per hari. Dibanding APBN 2018, angka asumsi lifting minyak turun 25 bph sedangkan gas naik 50 barel setara minyak per hari. Adapun penggantian biaya operasi migas (cost recovery) pada tahun depan dipatok sebesar USD8 hingga 10 miliar.   Untuk volume BBM bersubsidi turun menjadi 15,11 juta kiloliter (KL) yaitu minyak tanah 0,61 juta KL dan minyak Solar 14,50 juta KL. Sementara volume LPG 3 kg ditetapkan naik menjadi 6,978 juta ton dari tahun 2018 hanya 6,450 juta ton.   Subsidi tetap minyak solar (gas oil 48) pun mengalami perubahan yaitu Rp2.000 per liter atau naik Rp 1.500 dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk subsidi listrik disetujui menjadi Rp57,67 triliun.   Menanggapi putusan tersebut, Menteri ESDM Ignasius Jonan pun memberikan respon positif. “Kami (Pemerintah) menerima baik hasil ketetapan ini. Kami sangat menganjurkan sekiranya pimpinan Komisi VII DPR RI untuk menyampaikan segera ke Banggar (Badan Anggaran),” kata Jonan.   Di samping menetapkan asumsi dasar sektor ESDM, Menteri ESDM dan Komisi VII DPR RI juga menyepakati alokasi anggaran Kementerian ESDM pada RAPBN TA 2019 sebesar Rp4,9 triliun.   Dalam raker tersebut juga sepakat akan melakukan Focus Group Discussion (FGD) antara Pemerintah, DPR RI, BUMN dan pihak swasta terkait demi merealisasikan program dan kegiatan agar tepat sasaran.  

Artikel Terkait

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Pakar Tambang; Sektor Pertambangan Sepanjang 2026 Akan Alami Tekanan, Pemulihan Baru Terlihat Akhir Tahun

Jakarta,TAMBANG,- Sektor pertambangan Indonesia diperkirakan masih akan mengalami dinamika. Secara keseluruhan tahun 2026 sektor ini akan mengalami tekanan baik dari internal yakni dalam negeri maupun situasi gobal. Tenaga Ahli Profesional Kekayaan Alam, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) menjelaskan sektor tambang akan mengalami koreksi di paruh pertama tahun ini. Kemudian

By Egenius Soda
Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Hadir di IEE Balikpapan 2026, PT Prasetia Dwidharma Perkenalkan Produk Aditif IMAGINA

Jakarta,TAMBANG,- Industri pertambangan, energi, konstruksi, hingga migas sedang menghadapi sejumlah tantangan operasional. Di tengah kebutuhan produksi yang tinggi, perusahaan juga dituntut untuk menjaga efisiensi, mengurangi downtime, dan memastikan alat berat tetap bekerja secara optimal. Salah satu faktor yang sering luput diperhatikan adalah kualitas bahan bakar. Dalam penggunaan mesin

By Egenius Soda