Pemerintah Cabut 387 IUP Mineral-Batu Bara, 50 Perusahaan Ajukan Keberatan

Pemerintah Cabut 387 IUP Mineral-Batu Bara, 50 Perusahaan Ajukan Keberatan
ilustrasi

Jakarta, TAMBANG – Izin Usaha Pertambangan (IUP) mineral dan batu bara yang sudah dicabut pemerintah melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) per 2 Februari sampai 5 Maret sudah mencapai 387 IUP.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (31/3).

“Jumlah IUP yang dicabut oleh BKPM pada periode 2 Februari sampai 5 Maret 2022 ada 250 mineral dan 137 batu bara, total 387,” kata Ridwan.

Ridwan kemudian menyampaikan dari jumlah IUP yang dicabut tersebut, 50 perusahaan pertambangan menyatakan keberatan dan telah melayangkan surat resmi kepada pemerintah. Perusahaan tersebut terdiri dari 35 perusahaan tambang mineral dan 15 perusahaan tambang batu bara.

“50 perusahaan menyatakan keberatan. 35 perusahaan mineral 15 perusahaan batu bara,” beber Ridwan.

Pihak-pihak yang menyampaikan keberatan, kata Ridwan, sudah diterima dengan baik dan sudah dikomunikasikan kepada pemerintah. Malah mereka sudah mendapat surat balasan resmi dari BKPM.

Jumlah IUP yang dicabut ini merupakan bagian dari proses pencabutan 2.078 IUP yang diumumkan presiden Joko Widodo pada awal tahun lalu. Menurut Ridwan, di luar jumlah tersebut masih ada 19 perusahaan yang juga akan dicabut sehingga totalnya menjadi 2.097 IUP.

“Sesungguhnya 2.078 ini adalah pencabutan karena tidak mempunyai RKAB atau tidak diusahakan sebagaimana mestinya. Namun ada juga alasan pencabutan yang lain di luar 2.078 ini sebanyak 19 perusahaan sehingga total menjadi 2.097,” jelasnya.

Ridwan menyatakan, pencabutan IUP mineral dan batu bara dilakukan semata-mata untuk menciptakan tata kelola pertambangan yang baik dan benar. Karena menurutnya selama ini banyak perusahaan yang mendapat izin, tapi tidak mengusahakan dan mengoptimalkan perizinan tersebut.

“Kami laporkan bahwa pencabutan dan rencana pencabutan ini, betul-betul ditunjukkan untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan nilai sumber daya alam yang ada. Karena selama ini banyak di data perusahaan yang diberikan izin tapi tidak mengusahakan izin yang diberikan kepada mereka,” tegasnya.

Artikel Terkait

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

PERTAMISI Dorong Penyesuaian Spesifikasi Ekspor, Kepastian HPM, Tata Kelola dan Percepatan Hilirisasi Silika

Jakarta, TAMBANG – Besarnya potensi silika Indonesia belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Kepastian harga, klasifikasi komoditas, spesifikasi ekspor, hingga persoalan perizinan masih menjadi tantangan dalam mendorong pengembangan industri silika dari hulu hingga hilir. Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Silika Indonesia: Harga Patokan Mineral Silika

By Rian Wahyuddin
PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

PGN Siap Jadi Offtaker dan Transporter Biomethane yang Dikembangkan Toyota dan KIS

Jakarta,TAMBANG,- Pengembangan biomethane yang memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan kini mulai mendekati tahap akhir pengembangan. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa

By Egenius Soda
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional

Jakarta,TAMBANG,- Perusahaan tambang batubara plat merah, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mempersiapkan operasional yang andal dalam menjaga keberlanjutan produksi. Perencanaan tersebut mempertimbangkan persetujuan pemerintah, prioritas kebutuhan domestik, serta dinamika pasar ekspor di tengah transisi energi. Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan perusahaan tetap berada pada jalur yang tepat

By Egenius Soda