Pemerintah Bentuk Danantara Sumberdaya Indonesia untuk Kelola Ekspor SDA

Pemerintah Bentuk Danantara Sumberdaya Indonesia untuk Kelola Ekspor SDA

Jakarta, TAMBANG - Pemerintah diketahui telah membentuk entitas baru bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) yang diproyeksikan akan mengelola ekspor berbagai komoditas sumber daya alam (SDA), mulai dari batu bara, mineral, hingga minyak sawit.

Berdasarkan data Administrasi Hukum Umum (AHU), PT Danantara Sumberdaya Indonesia disahkan pada 19 Mei 2026 dengan status perseroan tertutup.

“(PT DSI) kan langsug di bawah Danantara. Yang punya capital besar dan size besar kan Danantara,” ungkap Managing Director Stakeholders Management and Communication Danantara Indonesia, Rohan Hafas, dikutip dari Antara Rabu (20/5).

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, BUMN ini nantinya akan berperan sebagai eksportir tunggal untuk sejumlah komoditas sumber daya alam strategis. Kebijakan tersebut tahap awal akan diterapkan pada komoditas minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, serta paduan besi atau ferro alloys.

“Kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan Paduan besi/fero aloys, kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah indonesia sebagai pengekspor tunggal,” ungkap Prabowo dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5).

Prabowo menilai kebijakan itu sejalan dengan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama perdagangan komoditas dunia. Indonesia saat ini merupakan pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia dengan nilai devisa ekspor mencapai USD23 miliar atau setara Rp391 triliun pada 2025.

“Indonesia adalah pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Devisa ekspor minyak kepala sawit mencapai 23 miliar dolar setara dengan 391 triliun rupiah pada tahun 2025,” imbuhnya.

Selain itu, Indonesia juga tercatat sebagai pengekspor batu bara terbesar di dunia dengan nilai devisa ekspor mencapai USD30 miliar atau sekitar Rp510 triliun pada tahun yang sama.

“Indonesia juga adalah pengekspor batu bara terbesar di dunia. Devisa ekspor mencapai 30 miliar dollar amerika, setara 510 triliun rupiah pada tahun 2025,” beber dia.

Sementara untuk komoditas paduan besi atau ferro alloy, Indonesia kini disebut telah menjadi eksportir terbesar dunia dengan nilai devisa ekspor mencapai USD16 miliar atau setara Rp272 triliun pada 2025.

“Selain itu kita juga sekarang sudah menjadi pengekspor Paduan besi atau fero alloy terbesar di dunia, devisa ekspor paduan besi kita 16 miliar dolar, setara dengan 272 triliun rupiah pada tahun 2025,” jelasnya.

Artikel Terkait

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Lima Bulan Dampingi Pengobatan Kasmari hingga ke Jakarta, NHM Peduli Hadir untuk Warga Lingkar Tambang

Jakarta, TAMBANG - Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diwujudkan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli. Salah satunya dengan memberikan pendampingan kepada Kasmari (63 tahun), seorang petani yang tinggal di Desa Beringin Agung, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, yang saat ini tengah menjalani pengobatan limfoma non-Hodgkin. Penyakit

By Rian Wahyuddin
Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Hingga Kuartal III Tahun ini, MYOH Sukses Catat Kinerja Positif di Semua Lini

Jakarta,TAMBANG,- Kinerja moncer berhasil dibukukan perusahaan kontraktor tambang, PT Samindo Resources Tbk (“Perseroan”). Emiten berkode MYOH ini berhasil membukukan akselerasi kinerja operasional dan lonjakan profitabilitas yang solid sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Penguatan ini ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan. Perusahaan mencatat kinerja

By Egenius Soda
Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Ditjen Minerba: 2.587 UMKM Binaan Perusahaan Tambang, PPM Dorong Kemandirian Ekonomi Daerah

Jakarta, TAMBANG – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penguatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) agar manfaat kegiatan pertambangan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan keberhasilan sektor

By Rian Wahyuddin
Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Menko Bahlil Dorong Hilirisasi hingga Produk Akhir, Evaluasi Pembangunan Smelter

Jakarta, TAMBANG – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendorong pengembangan industri hilirisasi mineral di Indonesia agar tidak berhenti pada produksi bahan setengah jadi. Karena itu, Pemerintah berencana mengevaluasi pembangunan smelter yang hanya menghasilkan produk antara untuk meningkatkan nilai tambah di

By Rian Wahyuddin