Pemerintah Akui Kebijakan Hilirisasi Harus Direvisi Agar Konsisten

Satgas hilirisasi
ilustrasi
Jakarta – TAMBANG. Menteri ESDM Sudirman Said menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menjalankan kebijakan hilirisasi mineral untuk peningkatan nilai tambah. Namun ia pun mengakui perlunya revisi peraturan perundangan secara menyeluruh, agar terjadi konsistensi dasar hukumnya.   “Kami berpandangan, dan saya kira demikian juga Panitia Kerja (Panja) Minerba, ada banyak aturan-aturan yang harus diluruskan kosistensinya, antara undang-undangnya, peraturan pemerintahnya, sampai pada peraturannya,” ujar Sudirman Said, Kamis (13/8) di Jakarta.   Karena it pula, pemerintah telah membentuk sebuah tim khusus yang bertugas mengkai secara keseluruhan seluruh peraturan perudangan terkait. Catatannya adalah agar tetap mengedepankan kepentingan nasional.   “Perubahan peraturan perundang-undangan yang baik pasti berorientasi pada kepentingan publik, bukan pada golongan atau perusahaan tertentu,” ujar Sudirman.   Ia mengaku pihak pemerintah terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak. Ini tak lepas dari kondisi saat ini, dengan rendahnya harga komoditi. Sehingga, menjaring investasi dianggap sebagai hal yang penting.

Artikel Terkait

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Multi Power Group Perkuat Komitmen sebagai Mitra Solusi Efisiensi Industri

Jakarta, TAMBANG — PT Multi Power Adi Tama (Multi Power Group) memperkuat komitmennya sebagai mitra solusi efisiensi bagi industri alat berat melalui pendekatan bisnis yang berorientasi pada kebutuhan operasional pelanggan. Perusahaan tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membantu pelanggan menentukan solusi yang sesuai dengan karakter pekerjaan, target performa, dan kemampuan anggaran.

By Rian Wahyuddin
Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Sungai Barito Surut, Lebih dari 50% Pasokan Batu Bara Kalteng Terganggu

Jakarta, TAMBANG – Industri pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah menghadapi gangguan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berdampak terhadap pengangkutan batu bara melalui Sungai Barito, sekaligus mengancam pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO). Ketua Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Kalteng, Handry Mardam, mengatakan Sungai

By Rian Wahyuddin
Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Pasokan Batu Bara Industri Semen Terkendala, Minerba Cari Sumber Alternatif

Jakarta, TAMBANG – Pasokan batu bara untuk industri semen mengalami kendala akibat gangguan pengiriman di sejumlah wilayah. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan alternatif untuk mengatasi kondisi tersebut. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya pasokan

By Rian Wahyuddin